Jurnal Pelopor – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi dalam pengangkutan dan penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Kementerian Sosial tahun anggaran 2020. Salah satu pihak yang diperiksa adalah Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe.
Rudy menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026). Pemeriksaan tersebut berlangsung selama sekitar empat jam. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik mendalami proses serta mekanisme pengadaan dan penyaluran bansos beras dalam perkara tersebut.
“Dalam pemeriksaan tersebut tentunya didalami bagaimana proses dan mekanisme pengadaan penyaluran bansos beras,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Penyaluran Bansos Diduga Tak Sesuai Kontrak
Salah satu hal yang menjadi perhatian penyidik adalah mekanisme distribusi bansos yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan dalam kontrak. Berdasarkan kontrak yang disepakati, bantuan seharusnya dikirim hingga langsung ke rumah penerima manfaat. Namun, dalam pelaksanaannya, distribusi disebut hanya sampai di tingkat kelurahan.
KPK kini mendalami mengapa pelaksanaan tersebut berbeda dengan ketentuan yang telah disepakati antara Kementerian Sosial dan penyedia jasa.
“Yang artinya ini juga bergeser dari kontrak yang disepakati oleh pihak Kemensos dengan para penyedia jasa,” ujar Budi.
Selain mekanisme distribusi, penyidik juga menelusuri nilai kontrak dan biaya yang dikeluarkan dalam proses pengangkutan serta penyaluran bansos tersebut.
Rudy Tanoe Mengaku Hanya Mengikuti Proses Hukum
Setelah menjalani pemeriksaan, Rudy Tanoe tidak memberikan banyak keterangan kepada awak media. Sebelumnya, ketika ditanya mengenai pemeriksaannya, Rudy mengatakan dirinya dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi terkait tersangka lain dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada penyidik maupun penasihat hukumnya.
“Nggak ada tanggapan. Saya dipanggil sebagai saksi dari tersangka yang lain. Itu saja. Ya selebihnya silakan ke penyidik atau ke penasihat hukum saya,” kata Rudy.
Namun, dalam perkembangan perkara, KPK telah menetapkan Rudy Tanoe sebagai tersangka.
KPK sebelumnya mengumumkan adanya lima tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi distribusi bansos Kemensos 2020. Lima tersangka tersebut terdiri dari tiga orang dan dua korporasi. Penetapan tersebut merupakan pengembangan penyidikan perkara distribusi bansos beras. (ANTARA News Makassar)
Empat Orang Dicegah ke Luar Negeri
Selain menetapkan sejumlah tersangka, KPK juga melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Mereka adalah:
- Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) — Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik.
- Herry Tho (HT) — Direktur Operasional DNR Logistics periode 2021–2024.
- Kanisius Jerry Tengker (KJT) — Direktur Utama DNR Logistics periode 2018–2022.
- Edi Suharto (ES) — Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial.
Pencegahan tersebut dilakukan agar para pihak terkait tetap berada dalam jangkauan proses penyidikan.
Kasus Berawal dari Penyaluran Bansos Era Pandemi
Perkara ini berkaitan dengan program penyaluran bantuan sosial beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada masa pandemi COVID-19.
KPK telah menyelidiki perkara distribusi bansos beras tersebut sejak 2023. Dalam penyidikan sebelumnya, lembaga antirasuah juga telah memeriksa Rudy Tanoe sebagai saksi terkait perusahaan yang terlibat dalam distribusi bansos. (ANTARA News Kalbar)
Perkembangan terbaru menunjukkan penyidik kini memperluas pendalaman terhadap proses pengadaan, pelaksanaan kontrak, aliran biaya, hingga mekanisme distribusi dari penyedia jasa menuju penerima manfaat.
KPK juga melibatkan BPKP dalam proses pemeriksaan untuk membantu menghitung potensi kerugian negara dalam perkara tersebut. Dengan pemeriksaan terhadap Rudy Tanoe, penyidik diharapkan dapat mengurai lebih jauh apakah ketidaksesuaian antara kontrak dan pelaksanaan distribusi tersebut menimbulkan kerugian negara serta siapa saja pihak yang harus bertanggung jawab.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







