Jurnal Pelopor — Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026) siang. Sedikitnya 114 rumah hangus terbakar dalam peristiwa tersebut, sementara 310 kepala keluarga (KK) atau sekitar 880 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kobaran api sempat membesar dan dengan cepat merambat karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Kondisi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Api Berhasil Dilokalisir
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.40 WIB.
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas mulai melakukan penanganan. Sekitar pukul 13.46 WIB, proses pemadaman telah dilakukan di lokasi.
Hingga Senin sore sekitar pukul 16.17 WIB, kobaran api berhasil dilokalisir. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penanganan kebakaran tersebut melibatkan 27 unit mobil pemadam kebakaran dan 135 personel gabungan.
880 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Besarnya dampak kebakaran membuat ratusan keluarga harus meninggalkan rumah mereka. Sebanyak 114 rumah dilaporkan hangus, dengan total 310 KK atau sekitar 880 jiwa terdampak.
Mereka terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang dinilai lebih aman. Kebakaran ini pun menjadi pukulan berat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang milik mereka dalam waktu singkat.
Meski kerusakan cukup besar, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Permukiman Padat Jadi Tantangan
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Kepadatan bangunan dan kondisi lingkungan yang rapat membuat api lebih cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Syarifudin menjelaskan, saat petugas tiba, kondisi api sudah cukup besar sehingga langkah utama yang dilakukan adalah memblokir perambatan api agar tidak semakin meluas.
Beruntung, upaya tersebut berhasil. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Kebakaran di Batu Ceper ini kembali menunjukkan tingginya tantangan penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat. Akses yang terbatas dan jarak antarrumah yang berdekatan dapat membuat api berkembang dengan cepat, sehingga respons petugas menjadi sangat menentukan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







