Jurnal Pelopor – Bencana gempa yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, memunculkan gelombang solidaritas yang berbeda dari biasanya. Alih-alih hanya mengirim bantuan atau menyumbangkan uang, banyak warga Jepang memilih membantu pemulihan ekonomi daerah terdampak dengan membeli berbagai produk khas Kumamoto.
Aksi sederhana tersebut ternyata memberikan dampak besar. Toko yang menjual produk-produk khas Kumamoto di Tokyo dipenuhi pengunjung sejak beberapa hari setelah gempa terjadi. Selain meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal, masyarakat juga berbondong-bondong memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban.
Produk Lokal Jadi Simbol Solidaritas
Menurut laporan The Japan Times, toko Ginza Kumamotokan di Tokyo mengalami lonjakan pengunjung yang luar biasa sejak gempa melanda Kumamoto.
Kantor Perwakilan Pemerintah Prefektur Kumamoto di Tokyo menyebut penjualan pada Rabu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode libur yang biasanya menjadi musim tersibuk.
Seorang pejabat kantor perwakilan bahkan mengaku belum pernah melihat antrean sepanjang itu di toko tersebut.
Berbagai makanan khas Kumamoto menjadi incaran pembeli, mulai dari ikinari dango, camilan tradisional berbahan ubi jalar dan pasta kacang merah, hingga karashi renkon, olahan akar teratai dengan isian mustard yang menjadi salah satu kuliner khas daerah tersebut.
Membeli Sekaligus Membantu
Bagi banyak warga Jepang, membeli produk lokal bukan sekadar berbelanja, melainkan bentuk dukungan nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Seorang perempuan berusia 56 tahun asal Urayasu, Prefektur Chiba, mengaku memiliki kerabat di Kota Hikawa yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Karena bantuan langsung belum dapat dikirim ke lokasi bencana, ia memilih membeli produk-produk Kumamoto sebagai cara paling realistis untuk membantu.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena untuk sementara belum bisa mengirimkan bantuan. Membeli produk ini adalah satu-satunya hal yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Ia juga membeli peluit bergambar Kumamon, maskot resmi Prefektur Kumamoto, untuk dibagikan kepada anggota keluarganya sebagai perlengkapan darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Kepedulian Datang dari Berbagai Kalangan
Gelombang solidaritas juga datang dari masyarakat yang tidak memiliki hubungan langsung dengan daerah terdampak.
Seorang karyawan perusahaan berusia 64 tahun asal Distrik Itabashi, Tokyo, mengaku baru saja melakukan perjalanan dinas ke Kota Kumamoto beberapa minggu sebelum gempa terjadi.
Pengalaman itu membuatnya merasa sangat dekat dengan para korban.
“Saya sendiri bisa saja menjadi korban bencana itu,” katanya.
Ia pun membeli berbagai makanan khas Kumamoto sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang tengah berjuang bangkit.
Donasi Capai Jutaan Yen
Tak hanya penjualan yang melonjak, kepedulian masyarakat juga terlihat dari besarnya donasi yang terkumpul.
Dalam waktu hanya dua hari, kotak donasi yang ditempatkan di Ginza Kumamotokan berhasil menghimpun sekitar 2 juta yen. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu proses penanganan dan pemulihan pascagempa di Kumamoto.
Pejabat senior Kantor Perwakilan Kumamoto di Tokyo, Mitsuo Matsuoka, mengatakan perhatian masyarakat memberikan semangat besar bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Perhatian dan kepedulian masyarakat telah menjadi dukungan serta penyemangat bagi warga prefektur kami,” ujarnya.
Solidaritas Lewat Pemulihan Ekonomi
Fenomena ini menunjukkan bentuk gotong royong yang unik di Jepang. Selain bantuan kemanusiaan, masyarakat juga berupaya menjaga roda perekonomian daerah terdampak tetap bergerak dengan membeli hasil produksi lokal.
Cara tersebut dinilai mampu memberikan manfaat jangka panjang karena membantu pelaku usaha, petani, hingga industri kecil di Kumamoto memperoleh pemasukan di tengah situasi yang sulit.
Aksi sederhana berupa membeli produk lokal pun menjadi simbol bahwa solidaritas tidak selalu diwujudkan melalui bantuan langsung di lokasi bencana, tetapi juga melalui dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat yang sedang berusaha bangkit.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







