Jurnal Pelopor — Uni Eropa mengambil langkah besar dalam persaingan teknologi global dengan mengumumkan rencana pembangunan tujuh pabrik raksasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Proyek ambisius senilai lebih dari 30 miliar euro atau sekitar Rp621 triliun ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat dan China.
Komisi Eropa mengumumkan pembukaan tender proyek tersebut pada Kamis (30/7/2026). Pendanaan akan berasal dari kombinasi dana publik dan investasi swasta, dengan 10 miliar euro disediakan Uni Eropa beserta negara-negara anggotanya, sementara 20 miliar euro lainnya diharapkan berasal dari investor swasta.
Fokus Bangun Infrastruktur AI Kelas Dunia
Program ini akan dikelola oleh European High Performance Computing Joint Undertaking (EuroHPC JU), lembaga yang sejak 2020 bertugas mengembangkan ekosistem superkomputer kelas dunia di kawasan Eropa.
Melalui proyek tersebut, Uni Eropa ingin membangun infrastruktur AI lengkap, mulai dari pusat data berskala besar, komputasi berperforma tinggi, konektivitas berkecepatan tinggi, hingga fasilitas produksi prosesor AI dan layanan komputasi awan (cloud computing).
Komisi Eropa membuka kesempatan bagi konsorsium yang terdiri atas perusahaan teknologi, penyedia layanan cloud, badan pemerintah, hingga investor untuk mengajukan proposal pendanaan.
Sejumlah perusahaan teknologi global seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm juga telah menyatakan minatnya untuk memasok chip AI bagi proyek tersebut.
Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat dan China
Langkah ini muncul karena Uni Eropa menyadari ketergantungannya terhadap perusahaan teknologi luar negeri masih sangat tinggi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan dan layanan cloud.
Saat ini kawasan Eropa memiliki 19 pusat data AI yang tersebar dari Spanyol hingga Finlandia. Namun kapasitas tersebut dinilai belum cukup untuk bersaing dengan Amerika Serikat maupun China yang telah lebih dahulu menguasai industri AI global. Ketergantungan tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan data, keberlanjutan layanan digital, hingga kedaulatan teknologi Eropa di masa depan.
Komisi Eropa menargetkan kapasitas pusat data AI di kawasan itu dapat meningkat dua kali lipat dalam lima hingga tujuh tahun mendatang sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri secara mandiri.
Dukung Startup hingga Dunia Akademik
Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Bidang Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen, menyebut pembangunan AI Gigafactory sebagai langkah strategis bagi masa depan Eropa.
Menurutnya, akses terhadap daya komputasi dalam skala besar menjadi kebutuhan mendesak di tengah percepatan perkembangan kecerdasan buatan.
Selain perusahaan besar, fasilitas tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan oleh startup, usaha kecil dan menengah (UKM), institusi pendidikan, lembaga penelitian, industri, hingga instansi pemerintah agar lebih mudah mengembangkan teknologi AI.
Hadapi Tantangan Besar
Meski optimistis, Uni Eropa mengakui tantangan untuk mengejar dominasi Amerika Serikat dan China tidaklah ringan. Biaya energi yang lebih tinggi dibanding kedua negara tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan pusat data berskala besar.
Di sisi lain, masyarakat Eropa juga masih menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap lapangan pekerjaan, privasi data, serta konsumsi listrik dan air yang sangat besar dari pusat data modern.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Komisi Eropa menegaskan seluruh proyek AI akan dikembangkan sesuai standar Uni Eropa mengenai perlindungan data, keamanan siber, keselamatan, dan etika penggunaan kecerdasan buatan.
Pembangunan Dimulai pada 2027
Komisi Eropa akan menerima proposal proyek hingga 12 November 2026. Setelah proses seleksi selesai, pendanaan dijadwalkan mulai disalurkan pada awal 2027, sehingga pembangunan tujuh AI Gigafactory dapat segera dimulai.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, proyek ini diperkirakan menjadi salah satu investasi teknologi terbesar dalam sejarah Uni Eropa sekaligus menjadi fondasi penting bagi ambisi Eropa untuk menjadi salah satu pusat pengembangan kecerdasan buatan dunia.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







