Jurnal Pelopor — Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (24/5/2026) sore, saat sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla akhirnya tiba kembali di Tanah Air setelah sempat ditahan pihak Israel. Kepulangan mereka disambut penuh emosi oleh keluarga, relawan kemanusiaan Palestina, hingga sejumlah pendukung aksi solidaritas Gaza yang sejak siang telah menunggu di area bandara.
Setibanya di terminal kedatangan, teriakan “Free Palestine” langsung menggema. Beberapa keluarga tampak tak kuasa menahan haru ketika melihat kerabat mereka akhirnya kembali dalam kondisi selamat. Ada yang membawa bunga, ada pula yang membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan”.
Suasana Haru Pecah di Bandara
Momen kepulangan sembilan WNI itu menjadi perhatian banyak pihak. Para relawan Palestina yang hadir tampak ikut memberikan dukungan moral kepada para aktivis yang sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Salah satu keluarga yang mencuri perhatian adalah istri dari Rahendro Herubowo, Ari. Ia datang membawa bunga untuk menyambut sang suami yang baru saja melewati masa-masa menegangkan selama penahanan.
Ari mengaku sempat berkomunikasi dengan suaminya sebelum rombongan diintersepsi. Menurutnya, para aktivis memang sudah memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Mas Ronggo sempat memberi kabar bahwa semua yang berangkat sudah siap dengan segala risiko,” ujarnya.
Namun setelah penahanan terjadi, komunikasi dengan keluarga sempat terputus cukup lama. Kabar pembebasan akhirnya menjadi momen yang paling ditunggu.
Misi Kemanusiaan yang Jadi Sorotan Dunia
Global Sumud Flotilla sendiri dikenal sebagai gerakan internasional yang membawa misi solidaritas dan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Kehadiran para aktivis dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi simbol dukungan terhadap masyarakat Palestina yang terus terdampak konflik.
Kasus penahanan sembilan WNI ini sempat menarik perhatian publik Indonesia. Banyak pihak meminta pemerintah bergerak cepat memastikan keselamatan mereka.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang turut hadir di bandara menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh WNI tersebut. Ia juga mengapresiasi keberanian para aktivis yang dinilai membawa misi kemanusiaan.
Menurut Sugiono, pemerintah bersama sejumlah pihak internasional, termasuk Turkiye, terus melakukan komunikasi intensif hingga akhirnya para WNI bisa dipulangkan ke Indonesia.
Kondisi WNI Jadi Perhatian
Meski berhasil kembali dengan selamat, beberapa keluarga menyebut para aktivis mengalami kondisi fisik yang menurun akibat masa penahanan. Ada laporan luka ringan yang dialami sebagian anggota rombongan, walaupun detail lengkapnya masih belum disampaikan secara terbuka.
Meski demikian, suasana syukur tetap terasa dominan di bandara. Banyak keluarga mengaku lega karena orang-orang tercinta akhirnya kembali ke rumah setelah beberapa hari penuh ketidakpastian.
Kepulangan sembilan WNI ini sekaligus menjadi penutup dari perjalanan panjang penuh ketegangan yang sempat menyita perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






