Jurnal Pelopor — Kemarahan pendukung The Blues mencapai puncaknya setelah performa tim terus merosot. Kelompok suporter NotAProjectCFC telah menjadwalkan dua aksi besar sebagai bentuk mosi tidak percaya kepada pemilik klub, BlueCo:
-
Sabtu, 16 Mei 2026: Aksi protes menjelang laga Final Piala FA melawan Manchester City.
-
Laga Kandang vs Tottenham: Aksi kedua saat menjamu rival London, Tottenham Hotspur, beberapa hari setelah final.
Selain menuntut penjualan klub, suporter juga menyoroti kinerja dua co-direktur olahraga, Paul Winstanley dan Laurence Stewart, yang dianggap bertanggung jawab atas buruknya kebijakan rekrutmen dan teknis klub.
Investasi Triliunan yang Berujung Kegagalan
Sejak mengambil alih Chelsea pada 2022, BlueCo di bawah Behdad Eghbali telah mengucurkan dana fantastis mencapai $2 miliar (sekitar Rp34,8 triliun). Angka ini menjadikan skuad Chelsea sebagai yang termahal di Eropa menurut laporan UEFA. Namun, strategi yang berfokus pada pembelian pemain muda untuk investasi jangka panjang ini justru menjadi bumerang:
-
Prestasi Anjlok: Chelsea terpuruk di peringkat sembilan klasemen dengan hanya mengoleksi 48 poin dari 35 laga.
-
Krisis Finansial: Klub mencatatkan kerugian pra-pajak terbesar dalam sejarah sepak bola senilai $350 juta (sekitar Rp6,07 triliun) akibat minimnya prestasi dan perdagangan pemain yang tidak efektif.
-
Kekalahan Beruntun: Kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest pada Senin lalu menjadi kekalahan keenam beruntun di Premier League.
Masalah yang Lebih Dalam dari Sekadar Manajer
Meski musim ini sempat diawali dengan raihan trofi Piala Dunia Antarklub, gejolak internal mulai muncul sejak Januari. Pemecatan Enzo Maresca yang kemudian disusul pemecatan singkat Liam Rosenior semakin membuktikan ketidakstabilan manajemen.
Bagi NotAProjectCFC, pergantian pelatih bukan lagi solusi. Mereka menilai masalah utama terletak pada lingkungan operasional dan identitas klub yang telah rusak di bawah kendali BlueCo. “Tindakan protes ini tidak akan berhenti hingga kami memaksa terjadinya perubahan,” tegas pernyataan resmi kelompok tersebut. Dengan sisa musim yang tinggal sedikit, tekanan terhadap BlueCo diprediksi akan terus meningkat hingga tuntutan penjualan klub terpenuhi.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







