Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan menenangkan terkait kondisi nilai tukar rupiah yang terus merosot. Saat ditemui di Istana Jakarta pada Selasa (5/5/2026), Purbaya meyakini bahwa memperbaiki posisi rupiah terhadap dollar AS bukanlah perkara yang mustahil atau sulit, selama indikator fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik.
“Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,” ujar Purbaya.
Meski demikian, ia menegaskan adanya pembagian kewenangan yang jelas dalam stabilitas mata uang. Ia mengingatkan bahwa intervensi dan kebijakan teknis untuk menjaga nilai tukar merupakan ranah tugas Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral, bukan kementerian yang dipimpinnya.
Penyebab Rupiah Tembus Rp17.400
Data perdagangan pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp17.424 per dollar AS. Kondisi ini menjadi sorotan mengingat dampaknya terhadap beban impor dan biaya hidup masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menjelaskan bahwa tekanan ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan tren global di mana dollar AS sedang menunjukkan kekuatan terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Selain dinamika global, Airlangga menyoroti dua faktor domestik musiman yang memperparah keadaan:
-
Musim Ibadah Haji: Meningkatnya permintaan valuta asing secara masif oleh calon jemaah haji.
-
Pembayaran Dividen: Banyak perusahaan melakukan pembayaran dividen pada kuartal kedua, yang biasanya diikuti dengan repatriasi dana ke luar negeri.
Menunggu Langkah Bank Sentral
Purbaya menyerahkan sepenuhnya penjelasan teknis mengenai strategi stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan tetap fokus pada penjagaan instrumen fiskal dan pertumbuhan PDB agar fondasi ekonomi yang ia maksud tetap kokoh menjadi penopang nilai tukar.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri dilaporkan masih stabil, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi aliran modal masuk (capital inflow) untuk membantu meredam tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek hingga menengah.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







