• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Science

Usia Jadi Kunci, Ini Peluang Keberhasilan Egg Freezing

Dokter menegaskan keberhasilan egg freezing sangat dipengaruhi usia serta kualitas sel telur saat proses pembekuan dilakukan.

musa by musa
01/06/2026
in Science
0
egg freezing
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur semakin populer di kalangan perempuan yang ingin menjaga peluang memiliki anak di masa depan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa prosedur ini bukan jaminan mutlak seseorang pasti bisa hamil dan melahirkan di kemudian hari. Keberhasilan egg freezing sangat dipengaruhi oleh usia saat sel telur dibekukan serta jumlah dan kualitas sel telur yang berhasil disimpan.

Tren ini belakangan semakin banyak diminati, termasuk oleh sejumlah figur publik. Meski demikian, pemahaman masyarakat mengenai peluang keberhasilan prosedur tersebut masih beragam. Banyak yang menganggap pembekuan sel telur sebagai “asuransi kesuburan”, padahal faktor biologis tetap memegang peran utama.

Usia di Bawah 35 Tahun Dinilai Paling Ideal

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. M. Luky Satria Syahbana Marwali, SpOG, SubspKFER, menjelaskan bahwa usia menjadi faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan egg freezing.

Menurutnya, perempuan yang menjalani pembekuan sel telur sebelum usia 35 tahun memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan kehamilan di masa mendatang. Pada rentang usia tersebut, kualitas sel telur masih tergolong baik sehingga tingkat keberhasilannya jauh lebih tinggi.

Ia menjelaskan bahwa jika seorang perempuan berhasil menyimpan sekitar 15 hingga 20 sel telur berkualitas sebelum usia 35 tahun, peluang untuk memperoleh satu kelahiran bayi di masa depan bisa mencapai 80 hingga 90 persen.

Kondisi ini membuat banyak dokter menyarankan perempuan yang mempertimbangkan egg freezing untuk tidak menunda terlalu lama keputusan tersebut.

Tantangan Semakin Besar di Usia 40 Tahun

Situasi berbeda terjadi pada perempuan yang baru menjalani pembekuan sel telur saat memasuki usia 40 tahun atau lebih. Pada usia tersebut, kualitas dan kuantitas sel telur umumnya sudah mengalami penurunan signifikan.

Akibatnya, jumlah sel telur yang harus dikumpulkan menjadi jauh lebih banyak untuk mendapatkan peluang keberhasilan yang sama. Dalam beberapa kasus, perempuan usia 40 tahun bahkan perlu menyimpan 30 hingga 40 sel telur demi meningkatkan kemungkinan kehamilan di masa depan.

Masalahnya, cadangan sel telur pada usia tersebut juga semakin menipis. Karena itu, pasien sering kali harus menjalani beberapa kali siklus stimulasi hormon dan pengambilan sel telur untuk mencapai jumlah yang diinginkan.

Selain membutuhkan waktu lebih lama, proses tersebut juga membuat biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar.

Data Global Tunjukkan Banyak Perempuan Terlambat Melakukannya

Menariknya, data internasional menunjukkan sebagian besar perempuan justru baru melakukan egg freezing pada usia rata-rata 38 tahun. Angka ini lebih tinggi dibanding usia yang direkomendasikan para ahli.

Laporan dari Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA) di Inggris menyebut peluang melahirkan bayi dari sel telur yang dibekukan pada usia akhir 40-an sangat rendah. Risiko keguguran maupun kelainan kromosom juga meningkat seiring bertambahnya usia sel telur.

Karena itu, para pakar fertilitas menilai egg freezing dapat menjadi pilihan untuk menjaga peluang reproduksi, tetapi bukan jaminan pasti untuk memiliki anak. Semakin muda usia saat sel telur dibekukan, semakin besar peluang keberhasilannya di masa depan.

Bagi perempuan yang mempertimbangkan prosedur ini, konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas sejak dini menjadi langkah penting agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi kesehatan dan rencana hidup masing-masing.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #EggFreezing #KesehatanWanita #Kesuburan #Kehamilan #Kesehatan #JurnalPelopor #InfoKesehatan
Previous Post

Habis Lamar Kekasih, Paes Langsung Gabung Timnas Indonesia

Next Post

Tokoh Militer Senior Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di Jakarta

musa

musa

Related Posts

sikap
Science

7 Sikap yang Membantu Anak Tumbuh Bahagia dan Percaya Diri

30/05/2026
kerapu
Science

Kasuari Dan Kerapu Raksasa Bogor Awet Ratusan Tahun.

15/05/2026
pt mitra
Science

Terbaik, PT Mitra Stania Prima Bawa Pulang Trofi PROPER Emas.

15/04/2026
kecoa
Science

Jangan Kaget, Ini Alasan Kecoa Betah Di Rumah Yang Bersih.

15/04/2026
lampung
Science

Cahaya Misterius di Langit Lampung Terungkap, Bukan Meteor!

06/04/2026
bulan
Science

Nyaris Gagal! Misi Bulan Terganggu Masalah Toilet

06/04/2026
Next Post
ryamizard

Tokoh Militer Senior Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di Jakarta

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.