• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Skor 0-7 Jadi Bukti, Pengamat Malaysia Kritik Keras Garuda Muda.

Raja Isa sebut kekalahan 0-7 Timnas U-17 dari China cermin buruknya teknik dasar passing dan kontrol pemain.

musa by musa
11/02/2026
in Jurnal
0
malaysia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kekalahan telak 0-7 yang diderita Timnas Indonesia U-17 saat menjamu China U-17 dalam laga uji coba di Indomilk Arena, Minggu (8/2/2026), memicu kritik tajam. Raja Isa bin Raja Akram Shah, pengamat sepak bola asal Malaysia yang lama berkarier di Indonesia, menyebut hasil memilukan ini sebagai cerminan buruknya kualitas teknik dasar pemain muda di tanah air.

Menurut Raja Isa, masalah utama Garuda Muda bukan terletak pada strategi, melainkan pada hal fundamental: passing dan kontrol bola.

Penyakit Umum di Asia Tenggara

Raja Isa menjelaskan bahwa kelemahan teknik dasar sebenarnya merupakan masalah kolektif di kawasan ASEAN. Namun, ia mencatat beberapa negara tetangga sudah mulai menunjukkan kemajuan karena fokus pada pembinaan akar rumput (grassroots).

  • Thailand & Vietnam: Fokus pada sistem ball mastery dan small sided game.

  • Filipina: Mulai menerapkan pengembangan pemuda yang lebih terstruktur.

  • Kamboja: Mulai berkiblat pada budaya sepak bola Jepang yang disiplin secara teknik.

“Kalau untuk teknik dasar passing dan kontrol bola itu bukan Indonesia saja yang kualitasnya buruk. Beberapa negara ASEAN punya masalah sama. Indonesia harus fokus bagaimana membina pemain usia dini,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Bahaya Fase Transisi Usia 17 Tahun

Raja Isa menyoroti bahwa usia 17 tahun adalah masa kritis transisi dari remaja ke dewasa. Ia memperingatkan PSSI dan para pemangku kepentingan agar tidak “lepas kontrol” seperti yang terjadi pada generasi emas era Evan Dimas, di mana banyak pemain berbakat yang meredup saat memasuki level senior.

Faktor kegagalan pemain muda Indonesia bertahan hingga puncak karier menurutnya disebabkan oleh:

  1. Kurangnya Bimbingan: Perubahan jiwa menuju dewasa butuh arahan kuat dari lingkungan dan pelatih.

  2. Atmosfer Sepak Bola: Lingkungan pergaulan yang sering kali menjauhkan pemain dari disiplin atlet profesional.

  3. Ketidakkonsistenan Stakeholder: Program pembinaan yang sering terputus di tengah jalan.

Rekomendasi: Standarisasi SSB di Seluruh Indonesia

Sebagai solusi, Raja Isa menyarankan agar PSSI memberlakukan kontrol ketat terhadap Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh daerah. Ia mengusulkan adanya metode latihan yang seragam yang fokus sepenuhnya pada penguatan teknik dasar sebelum berlanjut ke pemahaman taktik.

“SSB wajib dikontrol untuk memastikan semua menjalankan program latihan yang sama. Fokus dulu pada teknik dasar. Sepak bola harus diurus orang yang punya passion kuat. Boleh komersial, tapi programnya harus benar-benar bagus,” pungkasnya.

Kekalahan 0-7 ini menjadi alarm keras bagi tim kepelatihan yang kini mulai beralih dari Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto untuk menghadapi tantangan Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17 2026 mendatang.

Sumber: Bola.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #JurnalPelopor #TimnasU17 #GarudaMuda #RajaIsa #SepakBolaIndonesia #EvaluasiTimnas #PembinaanUsiaDini
Previous Post

Rekor Carrick Putus! MU Ditahan Imbang West Ham

Next Post

Didampingi Haris Azhar, Pandji Bayar Denda Adat Toraja.

musa

musa

Related Posts

kejagung
Nasional

Kejagung Bentuk Tim 9 untuk Usut Kasus Febrie Adriansyah

17/07/2026
luke
Olahraga

Resmi Dinaturalisasi, Luke Vickery Bidik Piala Dunia 2030

17/07/2026
aset
Politics

Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Justru Dikebut

14/07/2026
indramayu
Nasional

Sopir Truk Buka Suara soal Kecelakaan Maut di Indramayu

14/07/2026
pkh
Nasional

Satgas PKH Jelaskan Alasan Rapat Tetap Berjalan Tanpa Polri

14/07/2026
figo
Olahraga

Luis Figo Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026

14/07/2026
Next Post
pandji

Didampingi Haris Azhar, Pandji Bayar Denda Adat Toraja.

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.