Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Skandal Maut ASDP! Tiga Eks Petinggi Bikin Negara Rugi Triliunan - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Skandal Maut ASDP! Tiga Eks Petinggi Bikin Negara Rugi Triliunan

Eks bos ASDP didakwa korupsi Rp1,25 triliun karena beli kapal karam tanpa kajian matang dan tanpa izin dewan komisaris.

musa by musa
11/07/2025
in Nasional
0
ASDP
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Sidang dugaan korupsi besar kembali mengguncang dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kali ini, tiga eks pejabat tinggi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi didakwa oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dianggap merugikan negara hingga Rp1,25 triliun. Modusnya? Pembelian saham dan kapal dari PT Jembatan Nusantara (PT JN), yang ternyata sudah tak layak beroperasi—bahkan ada yang dalam kondisi karam.

Ketiga terdakwa adalah:

  1. Ira Puspadewi (mantan Direktur Utama ASDP),
  2. Yusuf Hadi (mantan Direktur Komersial dan Pelayanan),
  3. Harry Muhammad Adhi Caksono (mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan).

Skandal Kapal Tua dan Keputusan Aneh

Menurut dakwaan jaksa, kasus bermula dari kerja sama usaha (KSU) antara ASDP dan PT JN sejak 2019. Namun, kerja sama itu kemudian berubah arah menjadi akuisisi saham penuh atas PT JN, tanpa kajian memadai. Bahkan dua kapal yang dibeli, KMP Marisan Nusantara dan KMP Jembatan Musi II, terbukti tidak layak jalan. Salah satunya ditemukan dalam kondisi karam saat proses inspeksi.

Yang lebih mengejutkan, para terdakwa tetap melanjutkan transaksi besar tersebut tanpa izin dewan komisaris. Mereka juga disebut mengondisikan penilaian kapal oleh kantor jasa penilai publik (KJPP) agar harga kapal tetap tinggi, serta menunda perawatan rutin kapal semuanya agar beban jatuh ke ASDP sebagai pemilik baru.

Tiga Komponen Kerugian Negara

Jaksa KPK Wahyu Dwi Oktavianto menyebut total kerugian negara mencapai Rp1,253 triliun, dengan rincian:

  • Rp892 miliar untuk akuisisi saham PT JN;
  • Rp380 miliar untuk pembelian 11 kapal milik perusahaan afiliasi;
  • Rp1,27 triliun dalam bentuk transfer ke PT JN dan afiliasinya, yang memperkaya pihak bernama Adjie, pemilik manfaat PT JN.

Ironisnya, akuisisi ini dilakukan tanpa memperhatikan hasil due diligence dari PT Biro Klasifikasi Indonesia, yang sudah menandai kapal-kapal tua tersebut tidak layak operasi.

Dijerat UU Tipikor, Potensi Hukuman Berat

Ketiganya kini dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman berat. Dalam pasal tersebut, kerugian negara akibat penyalahgunaan wewenang atau memperkaya orang lain bisa berujung hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda miliaran rupiah.

Skandal BUMN yang Menggambarkan Kelalaian Sistemik?

Skandal ini menambah daftar panjang kasus dugaan korupsi di tubuh BUMN yang menyeret banyak pihak. Publik bertanya-tanya: bagaimana mungkin kapal yang karam bisa dibeli dengan uang negara? Apakah ini murni kelalaian, atau justru bagian dari skema yang sudah disusun rapi?

KPK kini membuka kemungkinan bahwa tidak hanya tiga orang ini yang terlibat. Nama Adjie, sebagai pemilik manfaat PT JN, juga disebut-sebut sebagai pihak yang paling diuntungkan.

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #ASDP #KorupsiBUMN #KPK #KapalTua #BUMN #JembatanNusantara #KMPMusi #IraPuspadewi #JurnalPelopor #Indonesia
Previous Post

Bansos Dicabut! 500 Ribu Penerima Terjerat Judi Online

Next Post

Ridwan Kamil Jadi Saksi Kasus BJB, Tapi KPK Belum Panggil!

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
ridwan

Ridwan Kamil Jadi Saksi Kasus BJB, Tapi KPK Belum Panggil!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.