• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Siswa 7 Tahun Meninggal, Keluarga Duga Ada Perundungan

Siswa SD berusia tujuh tahun di Pemalang meninggal setelah dirawat, keluarga menduga korban mengalami perundungan kakak kelas.

musa by musa
05/10/2026
in Nasional
0
siswa
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Seorang siswa sekolah dasar (SD) berusia tujuh tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. Siswa berinisial MHAQ tersebut meninggal pada Rabu, 30 September 2026. Sebelumnya, ia dirawat di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak Kamis, 17 September 2026.

Keluarga menduga korban mengalami perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian dan telah ditangani oleh pihak kepolisian.

Keluarga Kecewa terhadap Pihak Sekolah

Ayah korban, Nurwandi (43), bersama istrinya, Diah Indriyanti (36), mengaku kecewa terhadap pihak sekolah. Keluarga menilai pihak sekolah terkesan menutup-nutupi dugaan perundungan yang dialami putra mereka. Keluarga juga telah mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Namun, menurut Nurwandi, hingga kini belum ada pertemuan antara keluarga korban dengan orangtua anak-anak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Korban Disebut Menunjuk Tiga Anak

Sebelum meninggal, korban disebut sempat memberikan informasi mengenai anak-anak yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. Nurwandi mengatakan, korban menunjuk tiga anak setelah diperlihatkan sejumlah foto. Menurut keterangan keluarga, dua anak tersebut duduk di kelas 5, sedangkan satu lainnya berada di kelas 6.

Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang disampaikan keluarga terkait dugaan perundungan yang dialami korban. Namun, dugaan keterlibatan anak-anak tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan.

Korban Sempat Tidak Mau Bercerita

Keluarga mengatakan korban pada awalnya tidak langsung menceritakan kejadian yang dialaminya. Korban disebut sempat bungkam ketika menjalani perawatan. Seiring waktu, korban kemudian mulai menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya. Keluarga menyebut korban memberikan keterangan setelah diperiksa oleh dokter.

Menurut Diah, korban mengaku mengalami kekerasan pada bagian perut. Ia juga disebut menceritakan adanya tindakan ditendang menggunakan sepatu.

Kondisi Korban Sempat Membaik

Selama menjalani perawatan, korban disebut sempat mengalami kondisi yang membaik hingga diperbolehkan pulang. Namun, keluarga kemudian harus menghadapi kabar duka setelah kondisi korban kembali memburuk. Korban akhirnya meninggal dunia pada 30 September 2026.

Keluarga mengaku terpukul dengan kejadian tersebut. Mereka berharap dugaan perundungan yang dialami korban dapat diungkap secara jelas.

Polisi Turun Tangan

Dugaan perundungan tersebut kini mendapat perhatian aparat kepolisian. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang dialami korban serta memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Keterangan keluarga mengenai dugaan kekerasan juga perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan terhadap saksi, pihak sekolah, dan pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

Dugaan Perundungan Masih Didalami

Kasus ini masih berada dalam proses penanganan. Dugaan bahwa korban meninggal akibat perundungan tidak dapat langsung disimpulkan sebelum seluruh fakta dan hasil pemeriksaan diketahui. Keluarga berharap proses penyelidikan dapat memberikan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada korban.

Peristiwa tersebut juga kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap interaksi antarsiswa di lingkungan sekolah agar tindakan kekerasan dan perundungan dapat dicegah sejak dini.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Pemalang #Perundungan #Bullying #SiswaSD #JawaTengah #BeritaIndonesia #JurnalPelopor
Previous Post

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi

Next Post

Dianggap Bikin Anak Manja, 6 Pola Asuh Ini Ternyata Penting

musa

musa

Related Posts

ngawi
Nasional

Belasan Biker Ngawi Kena Tindakan Polisi Saat Touring di Salatiga

05/10/2026
pernikahan
Nasional

Sehari Jelang Pernikahan, Rumah Calon Pengantin Terbakar

05/10/2026
densus 88
Nasional

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi

05/10/2026
Wantimpres
Nasional

Fantastis! Gaji 26 Wantimpres Capai Rp 2 Miliar per Bulan

03/10/2026
Kasus Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka
Nasional

Kasus Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

03/10/2026
rocky gerung
Nasional

Resmi! Rocky Gerung Dilantik Prabowo Jadi Anggota Wantimpres

02/10/2026
Next Post
asuh

Dianggap Bikin Anak Manja, 6 Pola Asuh Ini Ternyata Penting

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.