Jurnal Pelopor — Nilai tukar rupiah mengalami tekanan berat hingga menembus angka Rp17.510 per USD pada perdagangan Selasa (12/5/2026), dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global dan aliran modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang.
Meskipun sebagian besar mata uang Asia berada dalam tren melemah, Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Menurut Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, stabilitas kedua mata uang tetangga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental:
-
Struktur Transaksi Berjalan: Singapura dan Malaysia memiliki neraca transaksi berjalan yang relatif lebih kuat dibandingkan Indonesia.
-
Ketahanan Terhadap Harga Energi: Struktur ekonomi kedua negara tersebut dinilai lebih mampu meredam dampak rambatan dari kenaikan harga energi global.
-
Fundamental Ekonomi: Kekuatan internal ekonomi mereka memberikan perlindungan lebih baik terhadap volatilitas dolar AS.
Perbandingan Pelemahan Mata Uang Asia (Year-to-Date)
Rupiah sejatinya tidak “loyo” sendirian. Sentimen penguatan dolar AS secara global (meskipun indeks DXY sempat melandai) tetap menekan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Berikut adalah data pelemahan beberapa mata uang utama Asia sepanjang tahun berjalan (ytd):
| Mata Uang | Pelemahan (ytd) |
| Rupee India | ~5% |
| Rupiah Indonesia | 3,9% |
| Peso Filipina | 2,8% |
| Baht Thailand | 2,2% |
| Won Korea Selatan | 1,2% |
Faktor Pemicu Ketidakpastian
Pelemahan ini bukan tanpa sebab. Para analis menyoroti tiga faktor utama yang membuat investor memindahkan dananya ke aset aman (safe haven):
-
Konflik Geopolitik: Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah.
-
Permintaan Dolar AS: Tingginya permintaan dolar sebagai aset cadangan utama di masa krisis.
-
Beban Subsidi: Kondisi nilai tukar yang menembus Rp17.500 ini diprediksi akan memperberat beban subsidi energi dalam APBN pemerintah.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih bagi pelaku usaha dan pemerintah, mengingat kenaikan kurs dolar AS yang signifikan dapat berdampak langsung pada biaya impor dan inflasi domestik.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







