Jurnal Pelopor — Legenda Timnas Portugal, Ricardo Quaresma, melontarkan kritik keras terhadap performa Selecao usai tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurut mantan winger yang membawa Portugal menjuarai Euro 2016 itu, penampilan tim asuhan Roberto Martinez jauh dari kata memuaskan sehingga kekalahan dari Spanyol dinilai sebagai hasil yang pantas.
Portugal harus mengakhiri langkahnya setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium, Selasa (7/7/2026) WIB. Gol tunggal Mikel Merino pada menit ke-90 memastikan La Furia Roja melaju ke perempat final sekaligus mengubur harapan Cristiano Ronaldo dan kolega untuk meraih gelar juara dunia.
Tak lama setelah pertandingan usai, Roberto Martinez memutuskan mundur dari kursi pelatih. Sementara itu, masa depan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional juga mulai menjadi perbincangan karena Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhirnya tampil di ajang tersebut.
Quaresma: Portugal Tidak Sebagus yang Dibicarakan
Di tengah sorotan terhadap masa depan Ronaldo, Quaresma justru menilai akar masalah Portugal berada pada kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Menurutnya, banyak pihak terlalu membesar-besarkan kualitas skuad Portugal saat ini, padahal prestasi yang diraih belum sebanding dengan pujian yang diterima.
“Semua orang mengatakan tim ini adalah yang terbaik dalam sejarah Portugal. Tapi dalam hal apa? Apa yang sudah mereka menangkan? Kami pulang dengan kepala tertunduk,” kata Quaresma.
Mantan pemain FC Porto, Inter Milan, Chelsea, dan Besiktas itu juga menilai lini tengah Portugal gagal menunjukkan kualitas yang selama ini digadang-gadang menjadi kekuatan utama tim.
Ia menyebut para pemain tampil jauh di bawah ekspektasi selama turnamen berlangsung.
“Di lini tengah kami punya banyak pemain hebat dan berbakat, tetapi mereka sangat lemah di Piala Dunia ini. Lini depan juga sama, sementara lini belakang kehilangan arah. Lebih baik saya berhenti sampai di sini, kalau tidak saya bisa mengatakan hal-hal yang akan saya sesali nanti,” ujarnya.
Performa Portugal Dinilai Tidak Meyakinkan
Kritik Quaresma bukan tanpa alasan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Portugal memang gagal menunjukkan performa yang konsisten.
Pada fase grup, Selecao hanya meraih satu kemenangan. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang saat menghadapi Kolombia dan Republik Demokratik Kongo.
Hasil tersebut membuat Portugal harus menjalani jalur yang lebih berat di fase gugur. Mereka bahkan nyaris tersingkir di babak 32 besar sebelum akhirnya lolos secara dramatis setelah keputusan Video Assistant Referee (VAR) membatalkan gol Kroasia pada menit-menit akhir.
Namun, keberuntungan itu tidak berlanjut ketika menghadapi Spanyol. Portugal kesulitan menciptakan peluang bersih dan lebih banyak berada di bawah tekanan sebelum akhirnya kebobolan lewat gol Mikel Merino pada menit ke-90.
Era Baru Portugal Segera Dimulai
Kegagalan di Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi awal perubahan besar di tubuh Timnas Portugal.
Selain Roberto Martinez yang telah mengundurkan diri, beberapa pemain senior juga dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk pensiun dari level internasional.
Selain Cristiano Ronaldo, nama Bernardo Silva dan Joao Cancelo disebut sedang mengevaluasi masa depan mereka bersama Selecao.
Jika ketiga pemain tersebut benar-benar mengakhiri karier internasionalnya, Portugal akan memasuki fase regenerasi besar dengan mengandalkan generasi muda sebagai tulang punggung tim dalam menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Komentar tajam Ricardo Quaresma pun menjadi cerminan kekecewaan publik Portugal yang menilai skuad bertabur bintang itu gagal memenuhi ekspektasi dan belum mampu membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik di dunia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







