Jurnal Pelopor — PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan udang yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep melalui PT Harapan Bangsa Kita, tercatat masih memiliki kewajiban pinjaman bank dengan nilai mencapai sekitar Rp2,86 triliun. Hingga akhir Mei 2026, sebagian besar proses restrukturisasi utang perusahaan tersebut juga belum rampung, sementara perseroan mengakui masih menghadapi kendala serius pada modal kerja yang berdampak terhadap operasional bisnis.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), total outstanding pinjaman PMMP beserta entitas anak per 31 Mei 2026 mencapai sekitar 160,13 juta dollar AS atau setara Rp2,86 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dollar AS. Selain itu, perusahaan juga masih memiliki utang dalam denominasi rupiah sebesar sekitar Rp6,33 miliar.
Untuk diketahui, Kaesang Pangarep tercatat memiliki kepemilikan saham sebesar 7,27 persen di PMMP melalui PT Harapan Bangsa Kita.
Enam Bank Jadi Kreditur
Dalam dokumen yang ditandatangani Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo, perusahaan menjelaskan pinjaman tersebut berasal dari enam lembaga keuangan.
Kreditur terbesar adalah PT Bank Permata Tbk dengan outstanding mencapai 53,12 juta dollar AS ditambah sekitar Rp5,49 miliar. Pinjaman tersebut dijamin menggunakan sejumlah aset perusahaan, termasuk fasilitas PMMP 1, PMMP Tarakan, dan PMMP P. Maya.
Selanjutnya, perusahaan memiliki kewajiban kepada PT Bank Central Asia (BCA) Tbk sebesar 40,29 juta dollar AS serta sekitar Rp834,87 juta yang dijamin menggunakan aset TMM 3 dan TMM Tarakan.
Selain kedua bank tersebut, PMMP juga masih memiliki pinjaman kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar 30,71 juta dollar AS, PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar 22,80 juta dollar AS, PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar 7,21 juta dollar AS, serta PT Bank Resona Perdania sebesar 5,99 juta dollar AS.
Manajemen menegaskan bahwa angka tersebut belum termasuk kewajiban bunga pinjaman yang masih harus dibayarkan.
Restrukturisasi Belum Tuntas
Di tengah besarnya beban utang, PMMP masih menjalani proses restrukturisasi kredit dengan sejumlah bank.
Perusahaan menyebut hingga saat ini baru restrukturisasi pinjaman dengan Bank Permata yang telah resmi disepakati melalui perjanjian kredit tertanggal 22 Desember 2025.
Sementara restrukturisasi dengan Bank Resona Perdania, Bank SMBC Indonesia, Bank Maspion, BCA, dan LPEI masih dalam tahap pembahasan dan menunggu keputusan dari komite kredit masing-masing bank.
Kondisi tersebut membuat proses pemulihan keuangan perusahaan belum sepenuhnya selesai sehingga fleksibilitas pendanaan masih menjadi tantangan utama.
Kendala Modal Kerja Hambat Operasional
Selain menghadapi restrukturisasi utang, PMMP juga mengungkapkan masih mengalami keterbatasan modal kerja yang memengaruhi aktivitas produksi.
Dalam keterangannya kepada BEI, perusahaan menyebut saat ini hanya satu pabrik yang masih beroperasi, yakni fasilitas pengolahan udang di Situbondo, Jawa Timur.
Untuk memenuhi permintaan pasar, perseroan juga membeli produk jadi dari perusahaan lain. Pembayaran kepada pemasok dilakukan setelah hasil ekspor diterima, sebagai upaya menjaga arus kas perusahaan.
Manajemen memperkirakan perusahaan membutuhkan tambahan modal kerja sekitar 15 juta dollar AS agar kegiatan operasional dapat berjalan lebih optimal.
“Kendala terbesar perusahaan saat ini adalah pada modal kerja,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Fokus Pulihkan Kinerja Perusahaan
Meski masih menghadapi tekanan keuangan, PMMP terus berupaya menyelesaikan proses restrukturisasi pinjaman dengan seluruh krediturnya. Perseroan berharap kesepakatan restrukturisasi dapat segera tercapai sehingga kondisi likuiditas membaik dan kapasitas produksi dapat kembali ditingkatkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan usaha perusahaan pengolahan udang yang selama ini berorientasi ekspor, sekaligus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan modal kerja di tengah tantangan industri perikanan yang masih berlangsung.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







