Jurnal Pelopor – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, kondisi ketenagakerjaan di DKI Jakarta menunjukkan tren positif. Jumlah penduduk yang bekerja meningkat, sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, menyampaikan bahwa jumlah penduduk bekerja mencapai 5,26 juta orang pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 64.400 orang dibandingkan Februari 2026.
Data itu merujuk pada Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Agustus 2026.
Tingkat Pengangguran Jakarta Menurun
Berdasarkan data Sakernas, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta turun dari 6,03 persen pada Februari 2026 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.
Jumlah pengangguran juga berkurang dari 333.860 orang menjadi 323.660 orang. Dengan demikian, jumlah pengangguran turun sekitar 10.200 orang dalam periode tersebut.
Meski menunjukkan perbaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi tantangan dalam memperluas kesempatan kerja. Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Syaripudin menegaskan bahwa perluasan lapangan kerja tetap menjadi prioritas agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan bekerja.
Perdagangan Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jakarta. Berdasarkan Sakernas Februari 2026, sektor ini menampung 22,30 persen penduduk bekerja.
Selanjutnya, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menyerap 13,29 persen tenaga kerja. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi sebesar 11,81 persen.
Menurut Syaripudin, perdagangan memiliki peran strategis karena mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari perdagangan besar, toko ritel, pasar tradisional, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk memperluas penyerapan tenaga kerja, pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan kewirausahaan.
Selain perdagangan, sektor kuliner, restoran, hotel, jasa boga, dan pariwisata juga memiliki potensi membuka lebih banyak pekerjaan. Sektor transportasi dan pergudangan turut mendukung kebutuhan tenaga kerja melalui layanan logistik, distribusi barang, dan perdagangan berbasis digital.
Koperasi Kelurahan Jadi Peluang Baru
Salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk memperluas lapangan kerja adalah penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Program ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha dan pekerjaan di tingkat kelurahan.
Namun, dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja akan bergantung pada pelaksanaan program, keberlanjutan usaha, serta kemampuan koperasi memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan Jakarta memperlihatkan perbaikan pada Februari hingga Mei 2026. Meski demikian, penurunan pengangguran dalam periode tersebut belum cukup untuk menggambarkan seluruh dampak dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tantangan berikutnya adalah memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas pekerjaan, dan memastikan pertumbuhan ekonomi memberi manfaat lebih merata bagi masyarakat.
Menurut Anda, langkah apa yang paling mendesak untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Jakarta, terutama generasi muda?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







