Jurnal Pelopor — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada investor global saat melakukan kunjungan kerja ke Singapura. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global maupun situasi ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai tekanan.
Dalam pertemuan dengan sejumlah investor internasional dan perusahaan pengelola aset dunia, Luhut mengakui gejolak ekonomi global memang ikut berdampak pada pelaku usaha dan investor. Meski begitu, ia tetap menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup kuat dibanding sejumlah negara lain.
Investor Soroti Ketidakpastian Global
Pertemuan Luhut dengan investor berlangsung dalam suasana yang cukup serius. Para pelaku pasar disebut banyak menyoroti berbagai faktor yang membuat pasar keuangan dunia bergerak tidak stabil sepanjang 2026.
Mulai dari tingginya suku bunga global, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian utama investor. Kondisi tersebut membuat arus modal asing bergerak sangat cepat dan memengaruhi pasar saham maupun nilai tukar di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Luhut pun memahami keresahan para investor tersebut. Bahkan, ia secara terbuka meminta maaf apabila kondisi ekonomi saat ini memberikan dampak negatif terhadap bisnis maupun investasi mereka di Indonesia.
“Dan saya juga meminta maaf jika mungkin sebagian dari Anda merasakan dampak negatif akibat situasi ini,” ujar Luhut dalam keterangannya.
Tetap Yakin Ekonomi Indonesia Kuat
Meski mengakui ada tekanan, Luhut tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal terakhir mencapai 5,61 persen, sementara inflasi berada di kisaran 2,4 persen. Angka tersebut dinilai masih menunjukkan daya tahan ekonomi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.
Selain itu, pemerintah juga disebut terus menjaga disiplin fiskal agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Salah satunya dengan memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman.
“Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan,” kata Luhut.
Pemerintah Berusaha Jaga Kepercayaan Pasar
Luhut juga menekankan bahwa pemerintah memahami pentingnya menjaga kepercayaan investor. Sebab, menurutnya pasar tidak hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menilai kepastian dan konsistensi kebijakan pemerintah.
Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperbaiki penerimaan negara agar kondisi fiskal semakin sehat pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Pertemuan dengan investor global di Singapura sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meyakinkan pasar bahwa Indonesia masih memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang menjanjikan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






