Jurnal Pelopor – Manchester United kembali mendapat sorotan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton. Hasil tersebut membuat perhatian kembali tertuju kepada Senne Lammens yang dinilai belum mampu memberikan rasa aman sepenuhnya di bawah mistar Setan Merah.
Kiper asal Belgia itu menjadi sorotan setelah dianggap terlibat dalam proses terciptanya gol pertama Everton dan kembali gagal mengantisipasi gol Ainsley Maitland-Niles pada masa tambahan waktu. Kesalahan tersebut membuat performa Lammens kembali dipertanyakan.
Mantan pelatih tim utama Manchester United, Rene Meulensteen, bahkan menyarankan klub mempertimbangkan untuk mencari penjaga gawang baru. Menurutnya, MU membutuhkan kiper dengan kualitas lebih tinggi jika ingin kembali bersaing serius dalam perebutan gelar Premier League.
Lammens Masih Diragukan
Meulensteen mengakui Lammens telah menunjukkan beberapa penampilan bagus sejak bergabung dengan Manchester United. Namun, sejumlah kesalahan penting membuatnya belum yakin bahwa kiper berusia 24 tahun tersebut merupakan solusi jangka panjang bagi klub.
“Sudah cukup lama ada perdebatan mengenai apakah Lammens harus menjadi nomor satu ke depannya. Secara pribadi, saya akan mencari kiper lain,” ujar Meulensteen kepada Tipman Tips ketika memberikan penilaiannya mengenai posisi penjaga gawang MU.
Keraguan tersebut juga berkaitan dengan kesalahan Lammens ketika memperkuat Timnas Belgia di Piala Dunia 2026. Meulensteen menyebut kesalahan tersebut memiliki kemiripan dengan beberapa blunder yang pernah dilakukan David De Gea saat masih menjadi penjaga gawang Manchester United.
Menurut Meulensteen, kiper Manchester United harus memiliki konsistensi tinggi karena setiap kesalahan dapat memberikan dampak besar terhadap hasil pertandingan. Terlebih, klub sebesar MU membutuhkan pemain yang mampu tampil tenang ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan penting.
Belum Setara Kiper Legendaris MU
Manchester United mempunyai sejarah panjang dengan penjaga gawang kelas dunia. Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, dan David De Gea merupakan tiga nama besar yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan klub dan meninggalkan standar tinggi di posisi tersebut.
Meulensteen menilai Lammens belum berada pada level yang sama dengan ketiga kiper tersebut. Menurutnya, kemampuan Lammens memang cukup menjanjikan, tetapi sejauh ini belum menunjukkan konsistensi yang biasanya dimiliki penjaga gawang kelas dunia.
“Dia tidak berada pada kaliber yang sama dengan kiper yang pernah dimiliki MU, seperti Schmeichel, Van der Sar, atau De Gea,” tegas Meulensteen.
Ia juga menilai keberadaan kiper berkualitas sangat penting bagi klub yang ingin menantang gelar Premier League.
Schmeichel menjadi salah satu fondasi kesuksesan MU pada era Sir Alex Ferguson. Setelah itu, Van der Sar memberikan ketenangan di bawah mistar, sementara De Gea berkali-kali menjadi penyelamat Setan Merah ketika lini belakang berada dalam tekanan.
Unai Simon Jadi Kandidat
Jika Manchester United memutuskan mencari penjaga gawang baru, Meulensteen sudah memiliki nama yang dianggap sesuai dengan kebutuhan klub. Ia menyebut Unai Simon sebagai salah satu sosok yang mampu memberikan kualitas dan pengalaman di level tertinggi.
Meulensteen menyoroti persaingan Simon dengan David Raya di Timnas Spanyol. Raya tampil impresif bersama Arsenal, tetapi tetap harus bersaing dengan Simon untuk mendapatkan tempat utama di level internasional, sebuah kondisi yang menurut Meulensteen menunjukkan kualitas sang kiper.
“MU membutuhkan kiper dengan level seperti itu. Lihat David Raya di Arsenal yang tampil sangat baik sejak bergabung dengan mereka. Dia bahkan tidak bisa masuk tim Spanyol karena ada Unai Simon,” ujar Meulensteen.
Sebelumnya, Meulensteen juga sempat menyebut Emiliano Martinez sebagai kiper yang cocok untuk Manchester United. Namun, Martinez kini telah meninggalkan Aston Villa dan bergabung dengan Chelsea sehingga peluang tersebut tidak lagi menjadi pilihan bagi MU.
Pertahanan MU Juga Bermasalah
Meski mengkritik Lammens, Meulensteen tidak sepenuhnya menyalahkan sang kiper. Ia menilai lini belakang Manchester United secara keseluruhan masih terlalu mudah ditembus sehingga membuat penjaga gawang sering berada dalam situasi sulit ketika menghadapi serangan lawan.
Michael Carrick dinilai memiliki pekerjaan besar untuk menemukan formula pertahanan yang lebih konsisten. Salah satu tugas utamanya adalah menentukan pasangan bek tengah yang mampu membangun komunikasi dan memberikan keseimbangan di jantung pertahanan.
Harry Maguire disebut telah menutup musim lalu dengan performa bagus. Namun, menurut Meulensteen, Maguire tetap membutuhkan partner yang mampu melengkapinya. MU sebenarnya mempunyai beberapa pilihan seperti Lisandro Martinez, Leny Yoro, Ayden Heaven, hingga Luke Shaw.
Masalahnya, terlalu sering mengubah kombinasi pemain dapat membuat koordinasi pertahanan sulit berkembang. Karena itu, Manchester United membutuhkan konsistensi bukan hanya dari Lammens, tetapi juga dari seluruh pemain yang berada di depan sang penjaga gawang.
Pada akhirnya, persoalan MU tidak hanya mengenai siapa yang berdiri di bawah mistar. Carrick harus membangun pertahanan yang lebih solid sekaligus memastikan Lammens mampu menunjukkan konsistensi apabila masih ingin mempertahankan kepercayaan sebagai penjaga gawang utama Setan Merah.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







