• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Karhutla Melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup Ijen

Kebakaran melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup Ijen, Banyuwangi, api terlihat dari permukiman dan petugas berupaya memadamkan.

musa by musa
04/09/2026
in Nasional
0
Karhutla Melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup Ijen
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Ijen, tepatnya di area Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur. Kobaran api yang terpantau sejak beberapa hari terakhir dilaporkan semakin meluas. Nyala api bahkan terlihat jelas dari sejumlah permukiman warga yang berada di lereng Ijen.

Kondisi tersebut membuat kebakaran menjadi perhatian karena lokasi yang terbakar berada di kawasan konservasi. Hingga Jumat (4/9/2026), petugas masih berupaya menuju titik api untuk melakukan pemadaman dan memastikan kondisi di lapangan.

Api Terdeteksi Sejak Dini Hari

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember, Purwantono, membenarkan adanya kebakaran di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.

Menurutnya, titik api pertama kali terdeteksi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Api terlihat menyala di bagian dalam kawasan cagar alam, tepatnya di area atas.

“Informasi awal titik api berada di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, bagian dalam sebelah atas. Saat ini teman-teman di lapangan masih melakukan mobilisasi tim untuk mengakses lokasi dan melakukan pemadaman,” ujar Purwantono saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Dari kejauhan, kobaran api tampak cukup jelas karena berada di kawasan lereng dan puncak yang gelap pada malam hari. Kondisi ini membuat titik kebakaran dapat terlihat dari beberapa area permukiman di sekitar lereng Ijen.

Petugas Kesulitan Menjangkau Lokasi

Upaya pemadaman masih berlangsung. Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala untuk mencapai lokasi kebakaran karena titik api berada di kawasan yang cukup sulit diakses.

Selain medan, komunikasi juga menjadi persoalan. Minimnya jaringan telekomunikasi di kawasan Merapi Ungup-Ungup membuat proses koordinasi dan pendataan di lapangan tidak mudah dilakukan.

Hingga saat ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum dapat memastikan secara rinci berapa luas kawasan yang terdampak kebakaran maupun berapa jumlah personel yang telah dikerahkan.

Petugas masih melakukan mobilisasi sekaligus pemantauan untuk mengetahui perkembangan api dan menentukan langkah pemadaman yang paling tepat.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran

Purwantono menjelaskan, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan konservasi tersebut sangat rawan terbakar.

Vegetasi dan dedaunan yang mengering selama musim kemarau dapat menjadi bahan bakar alami yang membuat api lebih mudah menyala dan menjalar. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika kawasan dataran tinggi diterpa angin kencang.

“Musim kemarau ini sangat rawan. Vegetasi kering jika terkena pemicu api dan tertiup angin bisa langsung menyebar dengan cepat,” jelasnya.

Karena berada di kawasan konservasi, penanganan kebakaran juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Selain memadamkan api, petugas perlu memastikan kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam ekosistem yang berada di dalam Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.

Sementara itu, proses pemantauan dan pendataan masih dilakukan oleh tim di lapangan. Perkembangan luasan area yang terbakar serta jumlah personel yang terlibat dalam penanganan akan diketahui setelah petugas berhasil mendapatkan akses dan informasi yang lebih lengkap dari lokasi kejadian.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KebakaranIjen #Karhutla #GunungIjen #Banyuwangi #CagarAlam #KebakaranHutan #BeritaJatim #JurnalPelopor
Previous Post

Eks Stafsus Yaqut Ungkap Uang 1.500 Riyal untuk Anggota Panja

Next Post

Nekat Curi Murai Batu di Gresik, Pria Sampang Diringkus Warga

musa

musa

Related Posts

murai
Nasional

Nekat Curi Murai Batu di Gresik, Pria Sampang Diringkus Warga

04/09/2026
stafsus
Nasional

Eks Stafsus Yaqut Ungkap Uang 1.500 Riyal untuk Anggota Panja

04/09/2026
sound
Nasional

Soal Sound Horeg, Pengusaha Blitar: Fatwa MUI Tak Mengikat

04/09/2026
bgn
Nasional

Kepala BGN Murka, Kasus Keracunan MBG Terus Berulang

04/09/2026
saat
Nasional

Nahas! Pekerja Terpental 10 Meter Saat Tebang Pohon di Depok

03/09/2026
internet
Nasional

Mulai 28 September, Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

03/09/2026
Next Post
murai

Nekat Curi Murai Batu di Gresik, Pria Sampang Diringkus Warga

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.