• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Politics

Jabatan Ketua Umum Dibatasi, KPK Dan Parpol Bersitegang.

KPK merekomendasikan pembatasan masa jabatan Ketum parpol guna cegah korupsi, PDIP nilai ini melampaui kewenangan lembaga antirasuah.

musa by musa
24/04/2026
in Politics
0
kpk

Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan orasi politiknya dalam kampanye terbuka di , Mataram, NTB, Maret 2019.ANTARA/Ahmad Subaidi

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Direktorat Monitoring KPK merilis laporan tahunan 2025 yang berisi 16 poin rekomendasi untuk partai politik. Salah satu poin yang paling kontroversial adalah pembatasan masa jabatan Ketum parpol guna memastikan regenerasi dan kaderisasi berjalan sehat.

1. Argumen KPK: Cegah Personalisasi Partai

KPK berpendapat bahwa kekuasaan yang terlalu lama berpusat pada satu figur ketua umum dapat menghambat proses kaderisasi. Pembatasan dua periode diharapkan dapat meminimalisir risiko korupsi yang seringkali lahir dari sistem kepemimpinan yang bersifat absolut dan tertutup di internal partai.

2. Reaksi PDIP: “KPK Melampaui Kewenangan”

Politikus PDIP, Guntur Romli, menilai usulan tersebut bersifat ultra vires atau melampaui kewenangan hukum KPK.

  • Otonomi Organisasi: Partai politik adalah organisasi masyarakat sipil yang memiliki kedaulatan sendiri melalui AD/ART. Memaksakan pembatasan jabatan dinilai melanggar kebebasan berserikat yang dijamin konstitusi.

  • Tidak Ada Korelasi: Gunrom menegaskan belum ada bukti empiris bahwa masa jabatan Ketum yang lama otomatis meningkatkan korupsi. Menurutnya, akar masalah korupsi adalah biaya politik yang tinggi (high cost politics).

  • Kekhawatiran Politisasi: Ada kekhawatiran aturan ini bisa disalahgunakan penguasa untuk menggulingkan lawan politik yang memiliki basis massa kuat.

3. Reaksi NasDem: Hak Prerogatif Internal

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, senada dengan PDIP dalam menolak tegas usulan tersebut.

  • Intervensi Internal: Sahroni menegaskan bahwa mekanisme kepemimpinan adalah hak prerogatif parpol yang tidak bisa diganggu gugat oleh lembaga negara manapun.

  • Dinamika Partai: Proses pemilihan ketum adalah bagian dari dinamika internal yang seharusnya diputuskan oleh anggota partai itu sendiri melalui kongres atau musyawarah nasional.

Poin Rekomendasi KPK Lainnya:

Selain pembatasan jabatan, KPK juga mendorong partai politik untuk:

  • Memperbaiki kurikulum pendidikan politik bagi kader.

  • Meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan partai.

  • Memperketat sistem rekrutmen calon anggota legislatif dan kepala daerah.

Isu ini memang bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, publik mendambakan regenerasi partai yang segar agar tidak terjebak pada politik dinasti. Di sisi lain, independensi partai sebagai pilar demokrasi memang dilindungi oleh undang-undang agar tidak mudah diintervensi oleh kekuasaan lewat lembaga negara.

Menurut kamu, apakah regenerasi partai politik di Indonesia memang harus dipaksa lewat regulasi negara, atau biarlah masyarakat yang menilai dan menghukum lewat suara di Pemilu jika sebuah partai dianggap terlalu “kolot” dengan pemimpin yang itu-itu saja?

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #KPK #PDIP #Parpol #ReformasiPolitik #Korupsi #Kaderisasi #PolitikIndonesia #BeritaNasional
Previous Post

Ogah Gantikan Iran, Italia Utamakan Sportivitas Di Lapangan.

Next Post

Kasus Toni Aji, Gara-gara Gaji Website Malah Masuk Penjara.

musa

musa

Related Posts

luhut
Politics

Bahas Strategi Ekonomi, Prabowo Luhut Fokus Modal Asing.

22/04/2026
diplomasi
Politics

Diplomasi Prabowo, Pilih Barat Atau Kekuatan Baru BRICS.

22/04/2026
pdi
Politics

Kaesang Incar Jateng, PDI-P Klaim Tetap Menang

10/01/2026
pilkada
Politics

Alarm Bahaya, Pilkada Lewat DPRD Kembali Menguat

08/01/2026
nadiem
Politics

Prajurit TNI Hadir di Sidang Nadiem, Jaksa: Demi Keamanan

06/01/2026
pdip
Politics

Megawati Lantik PDIP Jateng, Putri Puan Masuk Jajaran Inti

29/12/2025
Next Post
toni aji

Kasus Toni Aji, Gara-gara Gaji Website Malah Masuk Penjara.

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.