• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Ini Biang Kerok yang Bikin Timnas Indonesia Tumbang!

Raja Isa kritik keras Patrick Kluivert usai Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi, sebut lini tengah jadi biang kekalahan.

musa by musa
10/10/2025
in Olahraga
0
indonesia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kekalahan 2-3 Timnas Indonesia dari Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan kritik tajam dari pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram. Menurutnya, kesalahan fatal Patrick Kluivert dalam menentukan komposisi lini tengah menjadi penyebab utama kekalahan Garuda di Jeddah.

Prediksi yang Terbukti Tepat

Sebelum laga digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, Raja Isa sudah memprediksi bahwa lini tengah Indonesia akan menjadi titik lemah. Ia menilai pelatih Patrick Kluivert tidak cukup jeli dalam membaca potensi pemain yang dimilikinya.

“Sejak awal saya bilang, lini tengah adalah kunci kemenangan atau kekalahan Indonesia. Banyak gelandang bagus, tapi Kluivert tidak melihat itu secara jeli,” ujar Raja Isa

Ia menambahkan, keputusan menurunkan Marc Klok sebagai starter menjadi langkah yang keliru.

“Marc Klok sudah lewat masa emasnya. Ia bukan lagi pemain yang bisa mengontrol ritme pertandingan di level tinggi seperti ini,” ujarnya tegas.

Lubang di Tengah yang Fatal

Raja Isa menilai duet antara Joey Pelupessy dan Marc Klok gagal total. Alih-alih memperkuat penguasaan bola, justru keduanya menciptakan ruang kosong yang dieksploitasi dengan sempurna oleh para gelandang Arab Saudi.

“Sistem permainan sektor vital Indonesia tidak jelas. Gelandang tidak tahu kapan harus menekan rendah, menengah, atau tinggi. Itu semua kesalahan pelatih,” ucapnya.

Menurutnya, Arab Saudi sangat cerdas dalam membaca kelemahan tersebut. Mereka mendominasi penguasaan bola di tengah dan dengan mudah menembus pertahanan Indonesia.

“Kalau tengah keropos, maka beban pemain belakang jadi sangat berat, termasuk kiper,” tambahnya.

Raja Isa juga memuji penampilan Maarten Paes yang dinilainya tampil heroik.

“Beruntung ada Maarten Paes di bawah mistar. Kalau bukan dia yang main, mungkin gawang Indonesia bisa kebobolan lima atau enam gol,” katanya.

Duet yang Harusnya Dimainkan

Lebih lanjut, pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura dan PSM Makassar itu menilai bahwa duet ideal seharusnya adalah Joey Pelupessy bersama Thom Haye. Ia menilai ketika Thom Haye masuk di babak kedua, ritme permainan Indonesia langsung berubah.
“Lihat saja ketika Thom Haye dimainkan, lini tengah lebih hidup dan distribusi bola ke depan jadi lebih tajam,” ujarnya. “Namun sayang, Kluivert terlambat mengambil keputusan. Ia baru memasukkan Thom ketika momentum sudah hilang.”

Menurut Raja Isa, Kluivert seharusnya berani melakukan rotasi sejak awal. Kombinasi Haye dan Pelupessy bisa memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang yang selama ini tidak terlihat dalam sistem permainan Indonesia.

Kritik untuk Kluivert

Raja Isa menegaskan bahwa kekalahan ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi Patrick Kluivert. Menurutnya, pelatih asal Belanda itu terlalu terpaku pada nama besar pemain, bukan pada kondisi aktual dan kebutuhan taktik di lapangan.

“Kesalahan terbesar Kluivert adalah memaksakan pemain yang tidak fit secara taktikal. Di level internasional, kesalahan seperti itu fatal,” ujarnya menutup.

Kini, tekanan semakin besar bagi Patrick Kluivert jelang laga kedua kontra Irak. Publik berharap pelatih berpengalaman itu segera belajar dari kekalahan dan berani melakukan perubahan di lini tengah agar Garuda bisa bangkit dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.

Sumber: Bola.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #TimnasIndonesia #KualifikasiPialaDunia2026 #PatrickKluivert #RajaIsa #ArabSaudiVsIndonesia #SepakBolaAsia #GarudaFighting
Previous Post

17 Saksi Sudah Diperiksa, Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Next Post

Tampil Gacor di MU, Senne Lammens Masuk Radar Real Madrid

musa

musa

Related Posts

figo
Olahraga

Luis Figo Kritik Keras Infantino, Minta Tinggalkan FIFA

07/08/2026
rumor
Olahraga

Rumor Arsenal Warnai Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid

07/08/2026
barcola
Olahraga

Transfer Barcola Terancam Gagal, Liverpool Punya Tiga Opsi

06/08/2026
herdman
Olahraga

Jelang Laga Krusial, Herdman Dilema di Posisi Kiper Timnas

06/08/2026
bwf
Olahraga

Dunia Bulu Tangkis Disorot, PBSI Benarkan Investigasi BWF

05/08/2026
Vinicius
Olahraga

Vinicius Jr ke Arsenal? Jack Wilshere Beri Respons Mengejutkan

05/08/2026
Next Post
lammens

Tampil Gacor di MU, Senne Lammens Masuk Radar Real Madrid

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.