Jurnal Pelopor – Pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, berpotensi mendapat masalah setelah melontarkan komentar kontroversial mengenai kepemimpinan wasit saat menghadapi Manchester United.
Fulham menjamu MU dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026). Pertandingan tersebut berakhir 1-1 setelah Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.
Hasil tersebut membuat Arbeloa kecewa. Ia merasa Fulham sebenarnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Namun, perhatian justru tertuju pada komentar Arbeloa setelah laga. Pelatih asal Spanyol itu mempertanyakan sejumlah keputusan wasit yang menurutnya lebih banyak menguntungkan Manchester United.
Arbeloa Soroti Keputusan Wasit
Salah satu keputusan yang dipermasalahkan Arbeloa terjadi sekitar 35 detik sebelum gol Cunha. Wasit memberikan tendangan bebas kepada Harry Maguire setelah Cesar Palacios dinilai melakukan pelanggaran terhadap bek Manchester United tersebut di dekat garis tengah.
Arbeloa tidak sepakat dengan keputusan itu. Ia menilai Fulham terlalu sering dirugikan sepanjang pertandingan.
“Banyak sekali keputusan yang menguntungkan mereka. Anda bisa melihatnya dari pelanggaran terhadap Maguire. Setiap keputusan diberikan untuk mereka,” ujar Arbeloa dalam wawancara dengan Sky Sports, seperti dikutip The Independent.
Tendangan bebas tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian serangan MU. Tidak lama berselang, Cunha mencetak gol penyama kedudukan. Tembakan Cunha berubah arah setelah mengenai pemain lain sebelum akhirnya masuk ke gawang Fulham.
Singgung Kontroversi Derbi Manchester
Komentar Arbeloa kemudian menjadi lebih kontroversial ketika ia mengaitkan keputusan wasit tersebut dengan pertandingan Manchester United sebelumnya.
Ia merujuk pada derbi Manchester antara MU dan Manchester City pada pekan sebelumnya. Arbeloa bahkan menyampaikan dugaan mengenai sikap perangkat pertandingan terhadap Manchester United.
“Dan saya tahu setelah pertandingan melawan Manchester City bahwa mereka tidak ingin Manchester United kalah,” kata Arbeloa.
Pernyataan tersebut kemudian berpotensi mendapat perhatian dari Football Association (FA).
Aturan FA, khususnya Rule E3.1, mengatur perilaku peserta kompetisi terkait komentar yang dapat dianggap mempertanyakan integritas atau menunjukkan keberpihakan perangkat pertandingan.
Karena itu, komentar Arbeloa dapat diperiksa lebih lanjut apabila FA menilai pernyataannya memenuhi unsur pelanggaran. Sanksinya dapat berupa denda hingga larangan mendampingi tim, tergantung hasil pemeriksaan dan keputusan otoritas sepak bola Inggris.
Berawal dari Gol Penyeimbang MU
Kekecewaan Arbeloa tidak terlepas dari jalannya pertandingan. Fulham mampu menjaga keunggulan sampai mendekati akhir laga sebelum MU menemukan gol penyeimbang.
Keputusan tendangan bebas untuk Maguire menjadi salah satu momen yang paling disorot pelatih Fulham tersebut. Arbeloa merasa keputusan itu tidak seharusnya diberikan. Apalagi, hanya sekitar 35 detik kemudian MU berhasil mencetak gol melalui Cunha.
Meski demikian, kaitan antara keputusan tersebut dan gol Cunha tidak otomatis membuktikan adanya keberpihakan wasit. Penilaian Arbeloa merupakan pandangannya terhadap jalannya pertandingan.
Menghidupkan Kembali Perdebatan Lama
Komentar Arbeloa juga mengingatkan publik pada perdebatan lama mengenai Manchester United dan keputusan wasit. Saat Sir Alex Ferguson masih menangani MU, istilah “Fergie Time” kerap digunakan untuk menggambarkan tambahan waktu yang dianggap menguntungkan Setan Merah.
Arbeloa sendiri memiliki pengalaman bermain di Premier League. Ia pernah memperkuat Liverpool pada 2007 hingga 2009 ketika Ferguson masih menjadi manajer Manchester United.
Kini, Arbeloa kembali berada di sepak bola Inggris, tetapi dalam peran berbeda sebagai pelatih Fulham.
Komentarnya setelah menghadapi MU pun kembali memunculkan perdebatan mengenai keputusan wasit dan persepsi keuntungan yang selama bertahun-tahun melekat pada klub asal Old Trafford.
Namun, apakah komentar tersebut benar-benar melanggar aturan FA masih bergantung pada penilaian dan proses pemeriksaan otoritas sepak bola Inggris.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







