• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Viral Video Ucapan Diduga Xenofobik kepada STY

Video ucapan diduga xenofobik kepada STY viral, memunculkan pembahasan tentang tekanan, agresivitas, konteks, dan perilaku diskriminatif.

musa by musa
23/09/2026
in Olahraga
0
Viral Video Ucapan Diduga Xenofobik kepada STY
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Sebuah video yang memperlihatkan staf Java United melontarkan ucapan yang diduga bernada diskriminatif kepada Shin Tae-yong (STY) viral di media sosial.

Potongan video tersebut kemudian memicu tudingan xenofobia terhadap pihak yang mengucapkan pernyataan tersebut. Salah satu unggahan di media sosial menyebut Achmad Resal, yang disebut sebagai Direktur Teknik Java United, melontarkan ucapan xenofobik kepada STY dan staf kepelatihan Persija lainnya.

Namun, tudingan tersebut berasal dari unggahan media sosial dan perlu dilihat berdasarkan konteks kejadian secara utuh.

Apa Itu Xenofobia?

Xenofobia merupakan istilah yang merujuk pada rasa takut, tidak suka, atau kebencian terhadap orang yang dianggap berbeda. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan kebangsaan, etnis, budaya, agama, maupun karakteristik lainnya.

Istilah xenofobia memiliki kemiripan dengan rasisme karena sama-sama berkaitan dengan diskriminasi. Bedanya, xenofobia lebih sering digunakan untuk menggambarkan sikap negatif terhadap seseorang karena latar belakang kebangsaan atau budayanya.

Seseorang bahkan dapat menunjukkan xenofobia sekaligus rasisme dalam situasi tertentu.

Mengapa Orang Bisa Lebih Agresif Saat Tertekan?

Di luar kasus yang sedang viral tersebut, pertandingan olahraga memang dapat menghadirkan situasi penuh tekanan. Persaingan, frustrasi, konflik, serta tuntutan hasil bisa membuat emosi seseorang meningkat.

Riset berjudul Emotion Regulation and Aggression: A Systematic Review and Meta-Analysis yang terbit pada 2026 membahas hubungan antara kemampuan mengatur emosi dan agresivitas.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesulitan dalam mengatur emosi berkaitan dengan kecenderungan agresivitas yang lebih tinggi. Hubungan tersebut lebih kuat pada reactive aggression, yaitu respons agresif yang muncul sebagai reaksi terhadap situasi yang dianggap memicu atau mengancam.

Dalam pertandingan sepak bola, suasana yang panas dan penuh tekanan dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya emosi. Karena itu, kemampuan mengendalikan respons menjadi penting, terutama ketika terjadi konflik di lapangan.

Tekanan Bisa Memengaruhi Respons Otak

Tekanan juga berkaitan dengan cara tubuh merespons ancaman. Mengutip penjelasan IPB University, kondisi penuh tekanan dapat melibatkan amigdala, bagian otak yang berperan dalam mendeteksi ancaman.

Pada saat yang sama, fungsi prefrontal cortex yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, penilaian, dan pengaturan emosi dapat menjadi kurang optimal.

Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan respons fight or flight, yaitu kecenderungan tubuh untuk menghadapi ancaman atau memilih menghindarinya.

Meski demikian, tekanan tidak otomatis membuat seseorang menjadi agresif. Respons setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi kemampuan regulasi emosi, situasi, pengalaman, serta kondisi masing-masing.

Karena itu, dalam situasi pertandingan yang penuh tekanan, kemampuan mengendalikan emosi tetap menjadi bagian penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi tindakan atau ucapan yang merugikan pihak lain.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #STY #ShinTaeYong #Xenofobia #JavaUnited #Persija #SepakBolaIndonesia #Viral #JurnalPelopor
Previous Post

Kalah di Derbi Madrid, Mourinho Beri Pemain Libur Sepekan

Next Post

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

musa

musa

Related Posts

Kalah di Derbi Madrid, Mourinho Beri Pemain Libur Sepekan
Olahraga

Kalah di Derbi Madrid, Mourinho Beri Pemain Libur Sepekan

23/09/2026
21 Pemain Sudah Tiba, Timnas Indonesia Menunggu 3 Pemain
Olahraga

21 Pemain Sudah Tiba, Timnas Indonesia Menunggu 3 Pemain

22/09/2026
Komentar soal Wasit dan MU Bikin Arbeloa Terancam Sanksi
Olahraga

Komentar soal Wasit dan MU Bikin Arbeloa Terancam Sanksi

22/09/2026
ronaldo
Olahraga

Ronaldo Bisa Dapat Uang dari Link Pertandingan Liga Arab Saudi

19/09/2026
gavi
Olahraga

Gavi Kembali Bermain, Barcelona Hancurkan Santander 7-2

19/09/2026
timnas
Olahraga

Timnas Indonesia Punya Jersey Baru, Warna Biru Sentuhan Klasik

18/09/2026
Next Post
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.