Jurnal Pelopor – Sejumlah musisi dunia secara terbuka menggunakan panggung dan media sosial untuk menyampaikan dukungan kepada Palestina. Sikap tersebut mereka tunjukkan melalui lagu, aksi panggung, penggalangan dana, hingga pernyataan publik.
Nama Macklemore kembali menjadi sorotan setelah dirinya menyampaikan dukungan kepada Palestina ketika tampil sebagai pembuka konser Ed Sheeran pada awal September 2026. Peristiwa tersebut kemudian ikut memunculkan perhatian terhadap sejumlah musisi lain yang juga pernah menyuarakan solidaritas untuk Palestina.
Berikut beberapa musisi dan penyanyi yang dikenal menyampaikan dukungan terhadap Palestina dengan cara masing-masing.
Macklemore
Macklemore menjadi salah satu musisi yang cukup terbuka menyuarakan dukungannya kepada Palestina. Rapper asal Seattle tersebut merilis lagu “Hind’s Hall” dan “Hind’s Hall 2” yang berkaitan dengan situasi di Gaza dan kisah Hind Rajab.
Kedua lagu tersebut kemudian digunakan dalam berbagai aksi solidaritas untuk Palestina. Pendapatan dari lagu tersebut juga disebut disalurkan kepada UNRWA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.
Sikap Macklemore kembali menjadi perhatian ketika ia menyampaikan dukungan untuk Palestina dari atas panggung konser Ed Sheeran. Setelah itu, kabar mengenai keterlibatannya dalam rangkaian tur tersebut menjadi sorotan.
Dua Lipa
Dua Lipa juga beberapa kali menyampaikan dukungan terhadap Palestina. Penyanyi asal Inggris-Kosovo tersebut menggunakan platform media sosial dan panggung pertunjukannya untuk menyampaikan pesan solidaritas.
Pada 2025, Dua Lipa terlihat membawa pesan “Free Palestine” ketika tampil di Sunny Hill Festival di Kosovo. Ia juga pernah menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menggunakan suara publik untuk merespons isu kemanusiaan.
Sikap tersebut membuat nama Dua Lipa termasuk dalam deretan artis internasional yang secara terbuka membicarakan situasi Palestina.
Roger Waters
Pendiri Pink Floyd, Roger Waters, telah lama menyampaikan kritik terhadap kebijakan Israel terhadap Palestina. Ia juga dikenal mendukung gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS).
Waters pernah menceritakan pengalamannya melihat kondisi di wilayah Palestina. Sejak saat itu, ia aktif menyuarakan pandangannya melalui wawancara maupun kegiatan musik.
Sikap tersebut juga membuat Waters menghadapi berbagai kritik. Tuduhan antisemitisme pernah diarahkan kepadanya, sementara Waters membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kritiknya ditujukan pada kebijakan pemerintah Israel, bukan terhadap orang Yahudi sebagai kelompok.
Kneecap
Grup hip-hop asal Belfast, Irlandia Utara, Kneecap, juga dikenal vokal menyuarakan dukungan kepada Palestina.
Sejak konflik meningkat pada 2023, anggota Kneecap menggunakan pertunjukan dan media sosial untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai Palestina.
Salah satu anggotanya, DJ Próvaí, pernah mengatakan bahwa musisi memiliki ruang untuk menyampaikan narasi alternatif mengenai konflik tersebut. Pernyataan dan aksi panggung mereka kemudian membuat Kneecap menjadi salah satu grup musik yang kerap dikaitkan dengan gerakan solidaritas Palestina.
Massive Attack
Grup trip-hop asal Inggris, Massive Attack, juga memiliki sejarah panjang dalam menyuarakan dukungan kepada Palestina. Mereka pernah mengambil sikap terkait aksi boikot terhadap Israel dan terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan.
Massive Attack juga pernah berkolaborasi dengan musisi lain dalam proyek musik yang hasilnya ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak konflik. Salah satunya melalui proyek “Ceasefire”, yang melibatkan Fontaines D.C. dan Young Fathers.
The Weeknd
Dukungan terhadap Palestina juga datang dari The Weeknd. Penyanyi asal Kanada tersebut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan melalui World Food Programme (WFP).
Dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador WFP, The Weeknd memberikan kontribusi untuk membantu masyarakat terdampak krisis pangan, termasuk bantuan yang ditujukan bagi warga Gaza.
Donasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan The Weeknd dalam kegiatan kemanusiaan di tengah konflik yang berlangsung.
Jennifer Lopez dan Kehlani
Jennifer Lopez juga disebut pernah memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Pada 2024, ia dilaporkan mengirimkan bantuan berupa makanan dan perlengkapan medis untuk warga terdampak.
Sementara itu, penyanyi Kehlani menunjukkan dukungannya melalui karya musik dan penggalangan dana. Ia merilis video musik “Next 2 U” yang membawa pesan solidaritas terhadap Palestina.
Kehlani juga menjual merchandise yang diproduksi di Bethlehem. Dana yang terkumpul kemudian disebut disalurkan melalui Operation Olive Branch untuk membantu sejumlah keluarga terdampak konflik.
Green Day, Damon Albarn, dan DJ Snake
Dukungan terhadap Palestina juga pernah terlihat dari sejumlah musisi lainnya. Billie Joe Armstrong dari Green Day, misalnya, pernah membawa simbol Palestina dalam penampilannya serta menyampaikan pesan terkait situasi di Gaza melalui lirik ketika tampil di panggung.
Damon Albarn, vokalis Blur dan salah satu sosok di balik Gorillaz, juga pernah menyampaikan dukungan terhadap Palestina ketika tampil di Glastonbury pada 2024.
Sementara itu, DJ Snake beberapa kali menggunakan panggung konser untuk menyampaikan solidaritas kepada Palestina. Ia juga pernah memainkan lagu “Dammi Falastini”, yang dikenal sebagai salah satu lagu solidaritas Palestina.
Berbagai bentuk dukungan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan musisi dalam isu Palestina tidak selalu dilakukan dengan cara yang sama. Ada yang menyampaikannya melalui lagu, aksi panggung, donasi kemanusiaan, hingga pernyataan di media sosial.
Di sisi lain, sikap politik dan kemanusiaan para musisi tersebut juga memunculkan perdebatan serta kritik di ruang publik. Namun, bagi para pendukungnya, popularitas musisi memberikan ruang yang luas untuk menyebarkan perhatian terhadap kondisi masyarakat Palestina.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







