• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Korupsi Kemnaker: KPK Temukan Uang Rp 300 Juta dan Dokumen

KPK bongkar dugaan korupsi perizinan TKA di Kemnaker, temukan uang tunai dan dokumen transaksi mencurigakan.

musa by musa
04/06/2025
in Nasional
0
kemnaker
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda terkait kasus dugaan korupsi pengurusan tenaga kerja asing (TKA) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp 300 juta serta berbagai dokumen dan data elektronik yang berkaitan dengan aliran dana dalam proses perizinan TKA.

Lokasi Pertama: Agen Penyalur TKA di Jakarta Selatan

Penggeledahan pertama dilakukan di kantor PT DU, sebuah agen penyalur TKA yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik menemukan dokumen rekapitulasi pemberian dalam proses pengurusan TKA serta dokumen-dokumen lain yang diduga terkait dengan praktik gratifikasi.

“Penyidik menemukan dokumen yang mencatat rekapitulasi pemberian untuk pengurusan TKA, serta dokumen terkait lainnya,” ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Lokasi Kedua: Kantor Agen TKA di Jakarta Timur

Lokasi kedua yang digeledah adalah kantor PT LIS di Jakarta Timur. Di tempat ini, tim penyidik mengamankan sejumlah data elektronik yang diduga berisi catatan aliran uang terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kemnaker.

“Penyidik menemukan data elektronik terkait pencatatan aliran uang pengurusan RPTKA,” tambah Budi.

Lokasi Ketiga: Rumah PNS Kemnaker

Lokasi ketiga adalah rumah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kemnaker yang berada di Jakarta Selatan. Dari penggeledahan ini, penyidik mengamankan dokumen aliran dana, buku tabungan yang diduga menjadi tempat penampungan uang hasil pemerasan, serta uang tunai sekitar Rp 300 juta. Selain itu, disita pula beberapa sertifikat kendaraan bermotor.

Modus: Pemerasan dalam Pengurusan RPTKA

KPK menjelaskan bahwa kasus korupsi ini melibatkan praktik pemerasan oleh oknum pejabat di Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Kemnaker. Mereka diduga meminta uang secara paksa kepada perusahaan-perusahaan atau pihak yang mengurus izin penggunaan tenaga kerja asing.

“Oknum Kemenaker pada Dirjen Binapenta memungut atau memaksa seseorang memberikan sesuatu, serta menerima gratifikasi dari para calon tenaga kerja asing yang akan bekerja di Indonesia,” ujar Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu.

Sudah Delapan Tersangka, Kerugian Capai Rp 53 Miliar

Menurut KPK, praktik pemerasan ini telah berlangsung sejak 2019 hingga 2023. Hingga saat ini, sudah ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Total uang yang dikumpulkan dari praktik ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp 53 miliar.

Kesimpulan: KPK Dalami Aliran Uang dan Peran Para Tersangka

KPK terus mendalami kasus ini untuk menelusuri aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain yang berperan dalam dugaan korupsi pengurusan TKA. Dengan penyitaan uang dan dokumen penting dari tiga lokasi, penyidikan kini masuk tahap lanjutan. Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya transparansi dalam proses perizinan, khususnya yang melibatkan tenaga kerja asing.

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji

DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji

 

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #KPK #KorupsiTKA #Kemnaker #DugaanKorupsi #TindakPidana #HukumIndonesia #TenagaKerjaAsing #Penggeledahan #UangTunai #JurnalPelopor
Previous Post

Sinergi Jaga Lingkungan, UPT PSDA Babat dan DLH Bersihkan Saluran Kali Konang

Next Post

Surat Pemakzulan Gibran Masuk DPR, Diserahkan ke Pimpinan!

musa

musa

Related Posts

batu bara
Nasional

Satgas SIRI Berhasil Bekuk Buronan Kasus Batu Bara di Soetta

22/06/2026
obligasi
Nasional

Obligasi Danantara Laris, Investor Global Borong Hingga Melonjak

16/06/2026
mbg
Nasional

Program MBG Masuk Fase Baru, Fokus pada Kualitas Layanan

09/06/2026
Tio Pakusadewo
Nasional

Keluar Masuk Rumah Sakit, Kondisi Tio Pakusadewo Jadi Sorotan

05/06/2026
dadan
Nasional

Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka

04/06/2026
prabowo
Nasional

MBG Penting untuk Masa Depan Bangsa, Prabowo Minta Dijaga

04/06/2026
Next Post
pemakzulan Gibran

Surat Pemakzulan Gibran Masuk DPR, Diserahkan ke Pimpinan!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.