• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Mengejutkan! BBM Indonesia dari Malaysia dan Negara-negara Ini

Impor BBM Indonesia capai 15 juta ton dari Singapura dan 6 ton dari Malaysia sepanjang 2024. Produksi Minyak dalam negeri menurun drastis.

musa by musa
02/06/2025
in Nasional
0
bbm
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Indonesia tercatat masih menjadi importir bahan bakar minyak (BBM) terbesar dari beberapa negara. Data Badan Statistik Indonesia (BSI) menunjukkan impor BBM dari Singapura paling dominan, mencapai 15,07 juta ton atau setara 15.072.544.366 kg sepanjang Januari-Desember 2024 dengan nilai mencapai US$ 11,4 miliar.

Pemasok BBM Terbesar ke Indonesia

Setelah Singapura, Malaysia menjadi negara pemasok BBM terbesar kedua bagi Indonesia. Sepanjang 2024, impor BBM dari Malaysia tercatat sebanyak 6,14 juta ton (6.142.308.425 kg) dengan nilai US$ 4,52 miliar.

Berikut daftar impor BBM Indonesia dari berbagai negara sepanjang 2024:

Negara Volume Impor (kg) Nilai (USD)
Singapura 15.072.544.366 11.404.019.938
Malaysia 6.142.308.425 4.524.901.336
Arab Saudi 3.428.428.989 2.053.001.047
Korea Selatan 893.212.589 720.869.788
Uni Emirat Arab 964.597.344 691.168.929
Taiwan 318.918.331 255.343.478
Rusia 359.685.057 210.106.607
Qatar 124.598.178 124.066.257
Bahrain 162.426.720 91.956.364
Yunani 103.920.109 67.299.014
Malta 79.358.413 45.417.308
Brunei Darussalam 59.531.620 40.856.271
Irak 48.106.000 19.675.383

Penyebab Tingginya Impor BBM: Produksi Minyak RI Terus Turun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas mengungkap bahwa Indonesia sengaja dibuat ketergantungan pada impor minyak dan BBM. Hal ini disebabkan oleh turunnya produksi minyak (lifting) dalam negeri yang drastis dalam beberapa dekade terakhir.

  • Pada 1996-1997, produksi minyak Indonesia bisa mencapai 1,5-1,6 juta barel per hari (bph).
  • Konsumsi BBM waktu itu sekitar 500.000 bph, sehingga Indonesia masih mampu mengekspor sekitar 1 juta bph.
  • Kini, produksi minyak turun drastis menjadi sekitar 580.000 bph, sementara kebutuhan BBM meningkat menjadi 1,6 juta bph.
  • Akibatnya, Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta bph untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Pernyataan Tegas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Dalam acara 2025 Energy & Mineral Forum di Kempinski Jakarta, Senin (2/6/2025), Bahlil menegaskan:

“Pertanyaan berikut adalah apakah penurunan lifting karena berkurangnya sumber daya alam, atau sengaja diturunkan agar impor terus berlangsung? Saya katakan demi Allah, menurut saya ini ada unsur kesengajaan by design.”

Bahlil menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tantangan tersebut demi kepentingan negara:

“Saya tidak mundur sedikit pun menghadapi orang-orang seperti ini.”

Dia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki hampir 40.000 sumur migas, namun hanya kurang dari 20.000 sumur yang produktif, sisanya tidak berfungsi maksimal.

Langkah Pemerintah ke Depan

Bahlil menyinggung rencana pemerintah untuk mengalihkan sumber impor BBM dari Singapura ke Amerika Serikat dan Timur Tengah sebagai upaya diversifikasi sumber impor agar lebih strategis dan mengurangi ketergantungan.

Kesimpulan

Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor BBM, terutama dari Singapura dan Malaysia, akibat turunnya produksi minyak nasional. Pemerintah melalui Menteri ESDM berupaya mengatasi kondisi ini dengan strategi diversifikasi impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. Namun, isu “by design” dalam penurunan lifting minyak masih menjadi perdebatan yang memerlukan perhatian serius.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #ImporBBM #EnergiNasional #Singapura #KetergantunganMinyak #ESDM #JurnalPelopor #Indonesia #BahlilLahadalia #ProduksiMinyakTurun #KrisisEnergi
Previous Post

Politik Dunia Makin Rumit, Indonesia Harus Berbuat Apa?

Next Post

Viral! GPK Ribut dengan TNI di Magelang, Ormas Jadi Sorotan!

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
gpk

Viral! GPK Ribut dengan TNI di Magelang, Ormas Jadi Sorotan!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.