Jurnal Pelopor – Seorang sopir travel bernama Aris Sanda dilaporkan tewas setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Sebelum tewas, Aris disebut sempat disandera dan dipaksa menyampaikan pernyataan terkait Papua merdeka.
Informasi mengenai kejadian tersebut beredar melalui sebuah video yang memperlihatkan Aris berada di tengah sejumlah orang yang diduga anggota KKB. Mereka tampak membawa senjata laras panjang saat menyandera korban di ruas jalan jalur Trans Wamena-Nduga.
Sempat Disandera di Jalan Trans Wamena-Nduga
Dalam video tersebut, Aris terlihat mengenakan jaket hitam dan celana pendek. Ia kemudian dipaksa mengangkat bendera bergambar bintang kejora di hadapan kelompok bersenjata tersebut.
Tak hanya itu, Aris juga disebut mendapat tekanan untuk menyampaikan pernyataan yang berkaitan dengan dukungan terhadap Papua merdeka.
Dalam rekaman itu, Aris mengaku telah bekerja sebagai sopir dan melayani masyarakat di Papua sejak 2013. Ia menyampaikan bahwa dirinya masih menjalani pekerjaan tersebut hingga 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan korban dalam kondisi sedang berada di bawah tekanan dan pengawasan kelompok bersenjata yang menyanderanya.
Belum Ada Keterangan Resmi TNI-Polri
Setelah video tersebut beredar, muncul informasi bahwa Aris kemudian ditembak hingga meninggal dunia. Namun, sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri mengenai kronologi lengkap penembakan tersebut.
Identitas kelompok yang diduga terlibat dalam penyanderaan dan penembakan Aris juga masih belum diketahui secara pasti.
Aparat keamanan masih menjadi pihak yang diharapkan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut, termasuk lokasi pasti penembakan, motif, serta pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini menambah perhatian terhadap situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas transportasi di jalur Trans Wamena-Nduga.
Hingga kini, informasi yang beredar terutama berasal dari rekaman video dan laporan awal. Karena itu, detail mengenai kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi serta keterangan resmi dari aparat berwenang.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






