Jurnal Pelopor – Pencarian korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, Laut Jawa, terus diperluas. Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 129 orang masih belum ditemukan dari total 243 penumpang yang berada di kapal tersebut.
Basarnas kini menyiapkan personel dengan kemampuan khusus untuk mendukung pencarian bawah air. Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), serta sejumlah penyelam khusus akan dilibatkan dalam operasi tersebut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah air akan menggunakan KRI Canopus. Kapal milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) itu memiliki kemampuan khusus untuk membantu operasi pencarian di bawah permukaan laut.
Pencarian Bawah Air Masih Menunggu Kondisi Aman
Meski personel khusus telah dipersiapkan, penyelaman belum dapat dilakukan. Kondisi arus di sekitar lokasi kecelakaan dinilai belum memungkinkan untuk menurunkan para penyelam.
Basarnas masih mengutamakan keselamatan personel sambil menunggu kondisi perairan lebih aman. Setelah situasi memungkinkan, tim khusus akan diterjunkan untuk melakukan pencarian di bawah laut.
“KRI Canopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater, karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” ujar Mohammad Syafii.
KRI Canopus juga dilengkapi perangkat pendukung untuk pencarian bawah air. Salah satunya adalah drone bawah air yang dapat membantu tim SAR menyisir area ketika kondisi perairan sudah memungkinkan.
Selain itu, Basarnas masih menginventarisasi kebutuhan personel dengan kemampuan khusus penyelaman. Tim BSG juga sedang menuju Banjarmasin untuk memperkuat operasi SAR.
114 Korban Berhasil Ditemukan
Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan hingga Senin. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dari total 243 penumpang, angka tersebut berarti masih ada 129 orang yang belum ditemukan. Pencarian terhadap ratusan korban tersebut menjadi fokus utama operasi SAR di sekitar Perairan Masalembo.
Sementara itu, sebanyak 86 korban dari total yang telah ditemukan sudah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.
Proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan seluruh korban yang ditemukan dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan.
Kapal Berangkat dari Surabaya Menuju Banjarmasin
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat pada Sabtu (12/9/2026) dengan membawa 243 orang. Namun, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita, kapal dilaporkan hilang kontak ketika berada di Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sejak laporan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan oleh Basarnas bersama berbagai unsur terkait. Pencarian kemudian diperluas dengan mengerahkan kapal dan personel yang memiliki kemampuan khusus. Kini, operasi tidak hanya dilakukan di permukaan laut. Basarnas juga menyiapkan pencarian bawah air dengan melibatkan Kopaska TNI AL, BSG, serta tim penyelam.
Namun, kondisi arus masih menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan. Tim SAR harus memastikan kondisi cukup aman agar pencarian dapat berlangsung maksimal tanpa menambah risiko bagi personel.
Dengan masih adanya 129 orang yang belum ditemukan, operasi SAR Kapal Virgo Transport 8 terus berlanjut. Basarnas akan menyesuaikan metode pencarian dengan kondisi cuaca dan perairan di lokasi hingga seluruh proses pencarian dapat dilakukan secara optimal.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







