Jurnal Pelopor – Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9/2026) mendapat sorotan. Pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu memicu reaksi dari sejumlah partai yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, AHY menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dimiliki seseorang untuk selamanya. Menurut dia, kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.
AHY Tekankan Hak Rakyat dalam Demokrasi
AHY juga mengingatkan agar hak masyarakat untuk memilih maupun dipilih tidak dibatasi. Ia menilai prinsip tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi tetap sehat.
“Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” ujarnya.
Menurut AHY, demokrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai pelaksanaan pemilihan umum. Demokrasi juga membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, penegakan hukum, kebebasan pers dan masyarakat sipil, serta mekanisme checks and balances yang berjalan secara sehat.
Ia menilai pemerintahan harus memiliki kekuatan dan efektivitas dalam menjalankan tugas, tetapi pada saat yang sama tetap terbuka terhadap kritik dan menghormati perbedaan.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada rakyat,” tutur AHY.
Ingatkan Pelajaran Reformasi
Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyinggung pentingnya menjaga semangat Reformasi dalam pelaksanaan pemilu mendatang. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemilu harus berlangsung secara jujur, adil, bebas, dan demokratis. Setiap peserta pemilu, kata AHY, harus memperoleh perlakuan yang setara.
“Pemilu harus berlangsung jujur, adil, bebas, dan demokratis,” ucapnya.
AHY juga menekankan bahwa kemenangan dalam pemilu semestinya lahir dari kepercayaan rakyat, sementara pihak yang kalah harus menghormati pilihan masyarakat.
Pidato AHY Tuai Respons
Pernyataan mengenai batas kekuasaan tersebut kemudian menjadi sorotan karena Partai Demokrat saat ini berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Sejumlah pihak menilai pernyataan AHY dapat dibaca sebagai pesan politik terkait dinamika kekuasaan dan Pemilu 2029.
Namun, Partai Demokrat memberikan penjelasan bahwa pidato tersebut tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap pemerintahan Prabowo. Demokrat menegaskan bahwa pesan AHY lebih berkaitan dengan prinsip demokrasi, konstitusi, serta pentingnya menjaga hak politik masyarakat.
Demokrat Tegaskan Sikap Politik
Partai Demokrat juga menekankan bahwa posisi politik mereka tetap berada dalam pemerintahan Prabowo. Karena itu, pernyataan AHY mengenai demokrasi dan batas kekuasaan dinilai tidak semestinya langsung ditafsirkan sebagai perubahan arah dukungan politik.
Pidato tersebut lebih ditekankan sebagai pengingat agar penyelenggaraan pemerintahan dan pemilu tetap berlandaskan prinsip demokrasi, hukum, serta kehendak rakyat.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







