• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Koalisi Sipil Kritik Vonis Banding Kasus Andrie Yunus

Koalisi sipil mengecam putusan banding kasus Andrie Yunus karena hukuman diringankan dan sanksi pemecatan dari militer dihapus.

musa by musa
07/09/2026
in Nasional
0
sipil
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam putusan banding Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus.

Koalisi menilai putusan tersebut sebagai kegagalan peradilan karena meringankan hukuman penjara dan menghapus sanksi pemecatan dari dinas militer terhadap dua terdakwa.

Menurut koalisi, putusan itu berpotensi menimbulkan persepsi bahwa status sebagai prajurit dapat menjadi perlindungan dari konsekuensi hukum dan kedinasan yang tegas.

Dinilai Beri Sinyal Impunitas

Koalisi menyebut putusan banding tersebut mengirim pesan yang berbahaya kepada masyarakat sipil. Mereka khawatir keputusan itu memperkuat anggapan adanya impunitas dalam penanganan perkara yang melibatkan anggota militer dan warga sipil.

Dalam pernyataannya, koalisi juga mempertanyakan independensi peradilan militer ketika seluruh unsur perkara, mulai dari penyidik, penuntut, hakim, terdakwa hingga administrasi perkara, berada dalam lingkungan institusi yang sama.

Menurut mereka, independensi peradilan tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus dapat terlihat, diuji, dan dipercaya oleh korban maupun masyarakat.

Soroti Aturan Peradilan Militer

Koalisi menilai reformasi hukum pasca-1998 telah memberikan arah bahwa prajurit semestinya diadili melalui peradilan militer untuk tindak pidana militer. Sementara itu, tindak pidana umum yang dilakukan anggota TNI terhadap warga sipil seharusnya diproses melalui peradilan umum.

Mereka juga menilai penghapusan sanksi pemecatan dapat melemahkan mekanisme pengawasan internal serta mengaburkan batas toleransi institusi terhadap tindakan kekerasan.

Koalisi khawatir kondisi tersebut dapat berdampak terhadap keamanan korban dan saksi, sekaligus meningkatkan risiko ancaman terhadap pembela hak asasi manusia.

Rincian Vonis Empat Terdakwa

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta melalui putusan banding Nomor 56-K/PMT-II/BDG/AL/VI/2026 mengubah putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang sebelumnya dijatuhkan pada 10 Juni 2026. Dalam putusan banding, Sersan Dua Edi Sudarko dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi dihukum 2 tahun penjara.

Sementara itu, Kapten Nandala Dwi Prasetyo tetap dihukum 2 tahun penjara dan Letnan Satu Sami Lakka dihukum 1 tahun 6 bulan penjara. Pada tingkat pertama, Edi Sudarko sebelumnya divonis 3 tahun penjara, sedangkan Budhi Hariyanto Widhi dihukum 2 tahun 6 bulan. Keduanya juga dikenai pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Desak MA, KY, dan DPR Bertindak

Koalisi mendesak Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial memeriksa proses serta kualitas pertimbangan dalam putusan banding tersebut. Mereka juga meminta DPR merevisi UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer agar kewenangan peradilan militer dibatasi pada tindak pidana militer.

Di sisi lain, Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan Mabes TNI menghormati independensi dan kewenangan hakim. Menurutnya, putusan Pengadilan Militer Tinggi merupakan ranah peradilan yang secara kelembagaan berada di bawah Mahkamah Agung.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AndrieYunus #KontraS #KoalisiSipil #PeradilanMiliter #ReformasiSektorKeamanan #Hukum #BeritaNasional #Indonesia
Previous Post

Arah Abu Anak Krakatau Berubah Berdasarkan Ketinggian

Next Post

Nicola Peltz dan Brooklyn Beckham Tampil Mesra di Venice

musa

musa

Related Posts

krakatau
Nasional

Arah Abu Anak Krakatau Berubah Berdasarkan Ketinggian

07/09/2026
indonesia
Nasional

Aktivis Malaysia Gelar Demo, Desak Indonesia Atasi Karhutla

05/09/2026
krakatau
Nasional

Getaran Anak Krakatau Terus Terasa, Warga Mulai Mengungsi

05/09/2026
guru
Nasional

CCTV Rekam Adegan Tak Pantas Kepsek dan Guru di Pekalongan

05/09/2026
karhutla
Nasional

BGN Bantah Paksa Siswa Ambil MBG Saat Sekolah Libur Karhutla

05/09/2026
gunung
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali dalam Sehari

05/09/2026
Next Post
Nicola Peltz

Nicola Peltz dan Brooklyn Beckham Tampil Mesra di Venice

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.