• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Getaran Anak Krakatau Terus Terasa, Warga Mulai Mengungsi

Erupsi Anak Krakatau membuat warga Labuan merasakan getaran sejak dini hari hingga pagi, bahkan sebagian memilih mengungsi.

musa by musa
05/09/2026
in Nasional
0
krakatau
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sejumlah warga di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, merasakan getaran sejak dini hari. Getaran bahkan disebut berlangsung terus-menerus hingga pagi dan semakin kuat sehingga membuat sebagian warga memilih mengungsi untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

Salah satu warga Kampung Baru, Kecamatan Labuan, bernama Fauzan, mengaku mulai merasakan getaran sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (5/9/2026). Saat itu, pintu rumahnya bergetar tanpa henti.

Getaran tersebut kemudian terus berlangsung selama beberapa jam. Dalam video yang dibagikannya, pintu rumah tampak bergerak-gerak seperti sedang didorong atau diguncang dari luar.

Getaran Makin Terasa hingga Bagian Belakang Rumah

Fauzan mengatakan, pada awalnya getaran hanya terasa di bagian depan rumah. Sementara ruangan yang berada di bagian belakang masih relatif tidak terdampak.

Namun, kondisi berubah menjelang pagi. Sekitar pukul 04.00 WIB, getaran di bagian depan rumah masih terus terasa. Bahkan ketika waktu salat Subuh tiba, guncangan belum juga berhenti.

“Salat Subuh masih bergetar. Sampai akhirnya jam 06.00 WIB atau 06.30 WIB itu nyampe ke belakang,” ujar Fauzan saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).

Semakin kuatnya getaran membuat Fauzan dan keluarganya mulai merasa khawatir. Mereka kemudian mengambil langkah antisipasi dengan meninggalkan rumah dan mengungsi sementara ke Kota Serang.

Keluarga Pilih Mengungsi ke Serang

Fauzan bersama keluarganya mulai berkemas sekitar pukul 06.30 WIB. Barang-barang penting seperti pakaian dan kebutuhan lainnya segera dimasukkan ke kendaraan.

Keputusan tersebut diambil bukan karena adanya kepanikan, melainkan sebagai langkah berjaga-jaga jika aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat.

“Ya sudah move saja daripada khawatir, misalnya nauzubillahminzalik terjadi apa-apa. Kita antisipasi lebih baik dari awal gitu loh untuk mengungsi,” tuturnya.

Ia kemudian meninggalkan Labuan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat perjalanan, kondisi jalan yang biasanya cukup ramai disebut terlihat lebih sepi dari biasanya.

Warga Pesisir Jadi Perhatian

Selain mengkhawatirkan kondisi keluarganya, Fauzan juga memikirkan warga yang tinggal lebih dekat dengan garis pantai. Menurutnya, lokasi tempat tinggalnya di Labuan berada di dataran yang relatif lebih tinggi dan cukup jauh dari bibir pantai.

Kondisi tersebut membuatnya semakin memikirkan keselamatan warga yang berada di kawasan pesisir, termasuk wilayah Pantai Carita yang lokasinya lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

“Yang di pantainya gitu, apalagi Carita. Makanya, aduh ini saja segini sudah getar, apalagi yang di sana,” ungkapnya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau pun membuat warga di sejumlah wilayah sekitar Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta tidak mendekati kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.

Bagi warga yang merasakan getaran maupun dampak aktivitas gunung, keselamatan menjadi hal utama. Mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman dapat menjadi pilihan apabila kondisi di lingkungan tempat tinggal dinilai semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AnakKrakatau #Labuan #Pandeglang #GunungApi #Erupsi #BeritaBanten #BeritaViral #JurnalPelopor
Previous Post

CCTV Rekam Adegan Tak Pantas Kepsek dan Guru di Pekalongan

Next Post

Aktivis Malaysia Gelar Demo, Desak Indonesia Atasi Karhutla

musa

musa

Related Posts

indonesia
Nasional

Aktivis Malaysia Gelar Demo, Desak Indonesia Atasi Karhutla

05/09/2026
guru
Nasional

CCTV Rekam Adegan Tak Pantas Kepsek dan Guru di Pekalongan

05/09/2026
karhutla
Nasional

BGN Bantah Paksa Siswa Ambil MBG Saat Sekolah Libur Karhutla

05/09/2026
gunung
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali dalam Sehari

05/09/2026
murai
Nasional

Nekat Curi Murai Batu di Gresik, Pria Sampang Diringkus Warga

04/09/2026
Karhutla Melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup Ijen
Nasional

Karhutla Melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup Ijen

04/09/2026
Next Post
indonesia

Aktivis Malaysia Gelar Demo, Desak Indonesia Atasi Karhutla

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.