Jurnal Pelopor – Berdiri dengan satu kaki selama 10 detik terlihat seperti aktivitas sederhana. Namun, kemampuan menjaga keseimbangan dalam waktu singkat ternyata pernah dikaitkan dengan kondisi kesehatan dan risiko kematian, terutama pada kelompok usia paruh baya hingga lanjut usia.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine. Studi itu menemukan adanya hubungan antara kemampuan menyelesaikan tes keseimbangan dengan risiko kematian selama periode pemantauan.
Tes Sederhana yang Melibatkan 1.702 Orang
Penelitian tersebut melibatkan 1.702 peserta berusia 51 hingga 75 tahun. Mereka diminta berdiri dengan satu kaki selama maksimal 10 detik untuk mengetahui kemampuan keseimbangan tubuh masing-masing.
Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan risiko kematian antara peserta yang mampu menyelesaikan tes dan mereka yang tidak mampu. Setelah memperhitungkan sejumlah faktor lain, peserta yang gagal berdiri satu kaki selama 10 detik memiliki risiko kematian lebih tinggi.
Peneliti menemukan bahwa kelompok yang tidak mampu menyelesaikan tes memiliki risiko kematian sekitar 84 persen lebih tinggi dibandingkan peserta yang berhasil. Secara statistik, kemampuan mempertahankan posisi tersebut berkaitan dengan risiko kematian sekitar 46 persen lebih rendah.
Meski demikian, angka tersebut tidak boleh dimaknai bahwa berdiri satu kaki selama 10 detik secara langsung membuat seseorang berumur lebih panjang. Penelitian tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan antara kemampuan keseimbangan dan risiko kematian.
Bukan Berarti Bisa Memperpanjang Umur
Penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Dengan kata lain, seseorang tidak bisa menyimpulkan bahwa latihan berdiri dengan satu kaki selama 10 detik otomatis akan memperpanjang usia.
Kemampuan keseimbangan yang buruk justru dapat menjadi salah satu tanda adanya penurunan fungsi tubuh. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan berbagai faktor kesehatan yang juga berpotensi meningkatkan risiko masalah serius.
Karena itu, tes keseimbangan lebih tepat digunakan sebagai gambaran sederhana mengenai kondisi fisik seseorang. Hasilnya tidak dapat digunakan untuk memprediksi secara pasti berapa lama seseorang akan hidup.
Mengapa Keseimbangan Penting?
Menjaga tubuh tetap berdiri dengan satu kaki membutuhkan koordinasi berbagai sistem tubuh. Otak, mata, telinga bagian dalam, saraf, otot, serta persendian harus bekerja secara bersamaan untuk mempertahankan posisi tubuh.
Kemampuan tersebut dapat mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Bagi kelompok lanjut usia, gangguan keseimbangan menjadi perhatian khusus karena dapat meningkatkan kemungkinan terjatuh dan mengalami cedera.
Temuan tersebut juga sejalan dengan penelitian lain yang diterbitkan dalam Research on Aging. Studi tersebut menemukan adanya hubungan antara ketidakmampuan melakukan tes keseimbangan statis dan risiko kematian yang lebih tinggi pada lansia yang tinggal di lingkungan masyarakat.
Bisa Menjadi Pengingat untuk Menjaga Kebugaran
Kemampuan berdiri dengan satu kaki selama 10 detik memang berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dalam penelitian. Namun, kemampuan tersebut bukanlah “jaminan umur panjang” atau alat untuk meramal usia seseorang.
Yang lebih penting, keseimbangan merupakan salah satu komponen kebugaran yang patut diperhatikan, terutama ketika seseorang memasuki usia paruh baya dan lanjut usia. Menjaga aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh dan kemampuan bergerak.
Dengan demikian, tes berdiri satu kaki selama 10 detik dapat dipandang sebagai pemeriksaan sederhana terhadap kemampuan keseimbangan. Jika seseorang mengalami kesulitan mempertahankan posisi tersebut, hal itu dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan kebugaran dan, bila diperlukan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







