Jurnal Pelopor – Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Marilonga, Ende, Senin (17/8/2026). Guncangan yang terasa cukup kuat membuat para peserta upacara panik dan berhamburan meninggalkan lapangan untuk mencari tempat yang lebih aman. Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran warga yang hingga kini masih menghadapi dampak gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.
Peserta Upacara Berlarian Keluar Stadion
Suasana khidmat yang semula mewarnai jalannya upacara berubah menjadi kepanikan ketika gempa susulan terjadi. Sejumlah peserta, mulai dari pelajar, aparatur pemerintah, hingga masyarakat yang hadir, terlihat berlari keluar dari area stadion. Petugas keamanan dan panitia berupaya mengarahkan massa agar tetap tertib saat proses evakuasi berlangsung.
Beruntung, tidak ada laporan korban akibat kepanikan di lokasi upacara. Namun, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di wilayah NTT masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan gempa susulan sewaktu-waktu.
Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi

Berdasarkan data terbaru hingga 17 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah gempa susulan telah mencapai 1.576 kali. Dari jumlah tersebut, gempa terbesar tercatat berkekuatan Magnitudo 6,2. Selain itu, terdapat 19 gempa dengan kekuatan di atas Magnitudo 5,0 dan 54 gempa yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tingginya aktivitas gempa susulan membuat warga di sejumlah daerah masih memilih bertahan di lokasi pengungsian. Banyak warga khawatir kembali ke rumah karena takut terjadi gempa yang lebih besar atau bangunan yang telah mengalami kerusakan kembali roboh.
Fasilitas Energi Ikut Terdampak
Selain berdampak pada aktivitas masyarakat, gempa susulan juga dilaporkan memengaruhi sejumlah fasilitas energi di wilayah terdampak. Petugas terkait terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan untuk memastikan layanan tetap berjalan serta menghindari risiko gangguan yang lebih luas.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.
Korban dan Pengungsi Terus Didata
Hingga saat ini, data sementara menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Sementara itu, 135 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan masih mendapatkan perawatan medis. Di sisi lain, sebanyak 9.290 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah dan relawan.
Proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan karena sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya dapat dijangkau. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan yang seharusnya penuh sukacita, masyarakat NTT justru masih harus berjuang menghadapi bencana alam. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk membantu para korban agar dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan normal kembali.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






