Jurnal Pelopor – Polemik pemasangan pagar tinggi di area depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari petinggi Pakuwon Group. Presiden Komisaris Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan pagar tersebut akan segera dibongkar karena bukan merupakan kebijakan perusahaan secara nasional, melainkan inisiatif manajemen lokal mal.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap pemasangan pagar logam setinggi sekitar 2,5 meter yang membentang di area depan pusat perbelanjaan tersebut. Keberadaan pagar itu memicu beragam tanggapan karena dinilai mengubah tampilan mal sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai alasan pemasangannya.
Alexander Tedja: Bukan Arahan Kantor Pusat
Alexander Tedja menegaskan pemasangan pagar bukan merupakan instruksi dari pemegang saham maupun kantor pusat Pakuwon Group. Menurutnya, keputusan itu sepenuhnya diambil oleh manajemen lokal Mal Kota Kasablanka.
“Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” kata Alexander Tedja.
Ia juga memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap pengelolaan mal-mal lain yang berada di bawah naungan Pakuwon Group. Penataan tersebut dilakukan agar seluruh pusat perbelanjaan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Menteri PKP Sudah Berkomunikasi dengan Pakuwon
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengaku telah berbicara langsung dengan Alexander Tedja terkait polemik tersebut.
Menurut Maruarar, pihak Pakuwon telah memberikan komitmen bahwa pagar yang menjadi sorotan publik akan segera dibongkar.
“Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan,” ujar Maruarar.
APPBI Sebut Demi Ketertiban dan Keamanan
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar bertujuan untuk menata arus keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib.
Menurutnya, akses yang terlalu terbuka memungkinkan pengunjung keluar dan masuk dari berbagai arah sehingga berpotensi mengganggu lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan.
Selain itu, pagar juga disebut sebagai batas pengaman untuk meningkatkan aspek keamanan, termasuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung di sekitar kawasan mal.
Gubernur Jakarta Minta Pagar Dibongkar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga memberikan perhatian terhadap pemasangan pagar tersebut. Ia menyatakan akan meminta pengelola mal untuk melepas pagar-pagar yang dinilai berlebihan.
Pramono menilai rasa khawatir yang berlebihan tidak perlu dipelihara karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan siap menjaga situasi ibu kota tetap kondusif.
Menurutnya, koordinasi dengan TNI, Polri, dan seluruh unsur keamanan terus dilakukan agar masyarakat tetap merasa aman tanpa perlu adanya pembatas fisik yang berlebihan.
Pagar Membentang Sekitar 100 Meter
Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar yang dipasang di depan Mal Kota Kasablanka memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan membentang sepanjang kurang lebih 100 meter, mulai dari pintu masuk kendaraan hingga mendekati akses keluar menuju Jalan Raya Casablanca.
Pagar tersebut menggunakan material logam vertikal dengan ujung yang dibuat lancip dan sedikit miring sebagai fitur keamanan tambahan.
Menariknya, hanya sebagian area depan mal yang dipasangi pagar baru. Sementara sisi lainnya masih menggunakan pagar kaca dengan tinggi rendah yang lebih mengedepankan unsur estetika.
Dengan adanya pernyataan resmi dari Pakuwon Group, polemik mengenai pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka diperkirakan segera berakhir. Pembongkaran pagar diharapkan dapat mengembalikan wajah kawasan pusat perbelanjaan sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan pagar tinggi di ruang publik.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







