• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Ilmuwan Temukan Spesies Monyet Baru di Hutan Kongo

Ilmuwan menemukan spesies monyet baru bernama Likweli di Kongo dengan bibir oranye dan suara khas, namun terancam punah.

musa by musa
23/07/2026
in World
0
kongo
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Dunia konservasi kembali mencatat penemuan penting. Tim ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies monyet baru yang sebelumnya belum pernah dikenal di hutan hujan Republik Demokratik Kongo. Primata tersebut diberi nama Likweli (Colobus congoensis), dengan ciri khas bulu hitam legam, bibir berwarna oranye krem, serta suara auman yang unik.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS melalui penelitian berjudul Likweli: A remarkable new species of Colobus monkey from the Lomami National Park, Democratic Republic of Congo. Likweli menjadi spesies monyet Afrika baru kelima yang berhasil ditemukan dalam kurun waktu 75 tahun terakhir, sekaligus mempertegas bahwa kawasan Cekungan Kongo masih menyimpan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap.

Penemuan Berawal dari Foto Misterius

Jejak keberadaan Likweli pertama kali muncul pada 2008 ketika tim ekspedisi di sepanjang Sungai Lomami memotret seekor monyet yang tampak berbeda dari spesies lain. Namun, foto tersebut belum cukup jelas sehingga para peneliti belum dapat memastikan identitasnya.

Selama hampir satu dekade, keberadaan satwa itu seolah menghilang tanpa jejak. Hingga pada November 2018, peneliti lapangan dari Lukuru Wildlife Research Foundation, Jean Pierre Kapale, berhasil kembali mengabadikan kemunculan monyet tersebut.

Dalam 10 bulan berikutnya, tim peneliti melakukan patroli intensif dan berhasil mencatat tujuh penampakan tambahan yang akhirnya menjadi dasar penelitian lebih mendalam.

Memiliki Ciri Fisik yang Sangat Khas

Likweli memiliki penampilan yang berbeda dibandingkan kerabatnya sesama monyet kolobus. Tubuhnya diselimuti bulu hitam pekat dengan rambut yang tampak lebat. Bagian sekitar mulut dihiasi kulit berwarna oranye krem menyerupai bibir terang, sementara pada bagian pinggul terdapat bercak putih yang mencolok.

Primata ini memiliki berat sekitar tujuh kilogram dengan panjang tubuh dari kepala hingga ujung ekor mencapai sekitar 1,2 meter.

Tak hanya penampilannya yang unik, suara Likweli juga menjadi pembeda. Aumannya terdengar keras dan menggelegar, bahkan disebut menyerupai perpaduan suara katak dan dengkuran babi.

Hidup Tenang di Kanopi Hutan

Berdasarkan hasil pengamatan, Likweli hidup dalam kelompok kecil yang rata-rata terdiri atas enam individu. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di kanopi hutan hujan yang lebat.

Berbeda dengan banyak primata lain yang langsung melarikan diri saat melihat manusia, Likweli justru memilih memanjat lebih tinggi sambil memperhatikan para peneliti dari kejauhan. Perilaku ini membuat proses observasi menjadi lebih mudah sekaligus menunjukkan karakter satwa yang tenang namun tetap waspada.

Untuk memastikan status spesies tersebut, para ilmuwan juga melakukan analisis terhadap sampel kulit, jaringan tubuh, dan kerangka dari tiga individu yang ditemukan telah mati akibat perburuan liar.

DNA Pastikan Sebagai Spesies Baru

Hasil penelitian anatomi diperkuat melalui uji genetik yang menunjukkan bahwa Likweli merupakan spesies yang benar-benar berbeda dari primata Afrika lainnya.

Kerabat genetik terdekatnya adalah kolobus hitam yang hidup lebih dari 1.100 kilometer jauhnya di kawasan Afrika Barat-Tengah. Para peneliti memperkirakan kedua spesies tersebut berpisah dari nenek moyang yang sama sekitar lima juta tahun lalu.

Likweli termasuk dalam genus Colobus, kelompok monyet Afrika yang hanya memiliki empat jari pada setiap tangannya. Nama ilmiahnya, Colobus congoensis, diberikan sebagai penghormatan terhadap kawasan Cekungan Kongo yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Terancam Punah Sejak Ditemukan

Meski baru dikenali dunia ilmu pengetahuan, Likweli langsung menghadapi ancaman serius.

Dari survei terhadap 52 desa di sekitar habitatnya, hanya warga di delapan desa yang mengaku mengenal spesies tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa populasinya memang sangat terbatas.

Para peneliti memperkirakan Likweli hanya mendiami wilayah sekitar 1.700 kilometer persegi di bagian tengah Republik Demokratik Kongo. Sebagian besar populasinya berada di dalam Taman Nasional Lomami, kawasan konservasi seluas sekitar 8.800 kilometer persegi.

Namun, ancaman tetap mengintai dari aktivitas perburuan liar, pembukaan lahan, dan kerusakan habitat di wilayah penyangga taman nasional.

Karena wilayah sebarannya yang sangat sempit dan jumlah populasinya yang diyakini sedikit, para peneliti mengusulkan agar Likweli dimasukkan ke dalam daftar spesies terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Hingga kini, para ilmuwan masih terus mempelajari pola makan, perilaku sosial, serta sejarah evolusi Likweli. Penelitian lanjutan diharapkan mampu mengungkap lebih banyak informasi mengenai salah satu primata paling langka yang baru ditemukan di Afrika tersebut sekaligus mendukung upaya konservasi agar spesies ini tidak punah sebelum benar-benar dikenal dunia.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #JurnalPelopor #Kongo #Likweli #Primata #Monyet #Konservasi #SatwaLiar #Sains
Previous Post

Tribrata, Putra Ferdy Sambo, Resmi Dilantik Jadi Perwira Polri

musa

musa

Related Posts

pantai
World

Pantai Italia Larang Pengunjung Pakai Payung, Ini Alasannya

15/06/2026
singapura
World

Dari Lisbon ke Singapura, Petualangan Kereta Terpanjang Dunia

04/06/2026
eropa
World

Eropa Memanas, 7 Orang Tewas di Prancis akibat Heatwave

27/05/2026
mojtaba
World

Mojtaba Khamenei Sehat, Iran Terus Negosiasi Dengan Amerika.

02/05/2026
selat hormuz
World

Keluar Selat Hormuz, Kapal Kontainer Malah Disita Iran.

23/04/2026
11 WNI Diringkus Polisi Pulau Pinang, Terlibat Kasus Besar!
World

11 WNI Diringkus Polisi Pulau Pinang, Terlibat Kasus Besar!

13/04/2026
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.