Jurnal Pelopor — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan kasus dugaan suap terkait hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pada Kamis (16/7/2026), penyidik tidak hanya memeriksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi, tetapi juga memanggil empat pejabat dan tenaga ahli yang berkaitan dengan proses pemeriksaan audit tersebut.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK sebagai bagian dari pendalaman dugaan adanya intervensi terhadap hasil audit BPK yang diduga berkaitan dengan praktik suap. Langkah ini menjadi lanjutan dari serangkaian penggeledahan yang telah dilakukan penyidik dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah Pejabat BPK Dipanggil
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan kali ini turut menyasar sejumlah pejabat strategis di lingkungan BPK.
Mereka yang dipanggil sebagai saksi antara lain Tuning Rahayu selaku tenaga ahli Bobby Adhityo Rizaldi, Widhi Widayat sebagai Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) V BPK, Ahdony Asfiansyah yang menjabat Kepala Subdirektorat Pemeriksaan I.C.2 BPK, serta Wahyu Tri Handoko, Kepala Sekretariat AKN V BPK.
“Bertempat di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh saksi memenuhi panggilan penyidik. Wahyu Tri Handoko menjadi yang pertama tiba sekitar pukul 09.46 WIB, disusul Bobby Adhityo Rizaldi pada pukul 09.55 WIB. Widhi Widayat hadir pukul 10.00 WIB, Tuning Rahayu pukul 10.02 WIB, dan Ahdony Asfiansyah menyusul dua menit kemudian.
Lanjutan Penggeledahan Rumah Bobby Rizaldi
Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Bobby Adhityo Rizaldi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada 13 hingga 14 Juli 2026.
Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah Barang Bukti Elektronik (BBE) yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara suap yang sedang diusut.
Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan untuk mencari dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan proses audit Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dugaan Intervensi Opini Audit
Dari hasil penggeledahan, penyidik memperoleh sejumlah dokumen penting, termasuk kertas kerja pemeriksaan serta dokumen yang berkaitan dengan perubahan opini audit.
KPK menduga terdapat dokumen mengenai perubahan hasil pemeriksaan dari opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, penyidik juga menemukan dokumen yang diduga menunjukkan adanya upaya mengubah kembali hasil pemeriksaan setelah operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan KPK. Tak hanya itu, terdapat pula petunjuk mengenai dugaan intervensi dari pihak BPK pusat terhadap proses penyusunan hasil audit tersebut.
Temuan-temuan tersebut kini menjadi fokus pendalaman penyidik untuk mengetahui apakah terdapat penyalahgunaan kewenangan dalam proses penerbitan opini audit.
Lima Orang Telah Menjadi Tersangka
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dan menahan mereka di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.
Tiga tersangka diduga berperan sebagai pemberi suap, yakni Bupati Muara Enim periode 2025–2030 Edison, serta dua pihak dari PT Millenium Solusi Abadi (MSA), yaitu Cory Erin Hardi dan Fika.
Sementara dua tersangka lainnya diduga menerima suap, yakni Titin Rita Lestari, aparatur sipil negara (ASN) BPK yang bertugas sebagai pengendali teknis pemeriksaan, serta Augusz Dewanggara alias Angga, pihak swasta.
Penyidikan Terus Dikembangkan
Pemeriksaan terhadap Bobby Adhityo Rizaldi beserta para pejabat BPK menunjukkan bahwa penyidikan KPK kini mengarah pada pendalaman proses audit dan dugaan adanya intervensi dalam penerbitan opini pemeriksaan keuangan.
KPK menegaskan penyidikan masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pemeriksaan terhadap saksi lain maupun pengembangan perkara apabila ditemukan bukti baru yang menguatkan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemeriksaan keuangan di Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






