Jurnal Pelopor — Kabar baik datang bagi para peserta Program Pemagangan Nasional 2025. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan uang saku peserta angkatan kedua tetap ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah meninjau berbagai opsi pendanaan dan memutuskan mempertahankan skema yang telah diterapkan pada angkatan pertama.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sempat muncul usulan agar pendanaan uang saku dilakukan melalui skema berbagi biaya antara pemerintah dan pihak lain. Namun setelah melalui serangkaian pembahasan, pemerintah memilih tetap memberikan dukungan penuh kepada peserta program.
“Awalnya ada wacana uang sakunya sharing, tetapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan pertama. Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli saat pelepasan peserta Pemagangan Nasional 2025 Batch III di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (18/6/2026).
Finalisasi Anggaran Jadi Tahap Terakhir
Menurut Yassierli, saat ini pemerintah tengah menyelesaikan tahap akhir persiapan pelaksanaan Program Pemagangan Nasional 2025 angkatan kedua. Fokus utama pembahasan berada pada penyelesaian aspek anggaran agar program dapat berjalan sesuai rencana.
Kemnaker masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara untuk mendapatkan persetujuan akhir terkait pendanaan program tersebut.
“Kondisi saat ini fase terakhirnya terkait anggaran. Itu yang sedang difinalisasi dan kami masih menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretaris Negara,” jelasnya.
Keputusan mempertahankan pembiayaan penuh dari pemerintah dinilai penting untuk menjaga minat peserta, terutama lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja tanpa terbebani biaya tambahan selama mengikuti program magang.
Program Magang Dinilai Sukses
Program Pemagangan Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi para pencari kerja. Melalui program ini, peserta memperoleh pengalaman langsung di perusahaan sekaligus meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan industri.
Pemerintah menilai pelaksanaan Batch I 2025 menunjukkan hasil yang positif. Tingginya minat perusahaan dan peserta menjadi indikator bahwa program tersebut mendapat respons baik dari berbagai pihak.
Bahkan, sejumlah peserta berhasil memperoleh tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat mereka menjalani magang sebelum program berakhir.
“Saya tentu mengucapkan selamat kepada adik-adik peserta magang Batch I yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan,” kata Yassierli.
Keberhasilan tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi, Presiden memberikan respons positif setelah menerima laporan mengenai perkembangan program tersebut.
Kuota Magang Nasional 2026 Diusulkan Naik 50 Persen
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan dunia usaha, Kemnaker berencana memperluas cakupan Program Magang Nasional pada tahun depan. Pemerintah mengusulkan kuota peserta mencapai 150.000 orang pada 2026.
Jumlah tersebut meningkat 50 persen dibandingkan program sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.
“Jadi kami mengusulkan untuk ada program pemagangan nasional di 2026 kembali, yang kami usulkan itu 150 ribu, jadi naik 50 persen,” ujar Cris Kuntadi.
Meski demikian, Kemnaker belum menetapkan jadwal pembukaan pendaftaran Program Magang Nasional 2026. Saat ini fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan seluruh tahapan program 2025, termasuk proses sertifikasi kompetensi peserta melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan dukungan penuh pemerintah dan rencana peningkatan kuota secara signifikan, Program Pemagangan Nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang lebih kompeten, berpengalaman, dan siap bersaing di dunia industri.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






