Jurnal Pelopor — Polemik yang melibatkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, memasuki babak baru. Tiyo resmi dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Selatan oleh Firdaus Oiwobo. Laporan tersebut kini tengah ditangani dan diselidiki oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Selatan.
Kepastian mengenai laporan itu disampaikan Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto. Ia membenarkan bahwa laporan polisi telah diterima pada Senin (15/6/2026). Namun, pihak kepolisian masih belum mengungkap secara rinci pokok perkara yang dilaporkan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Menurut Yudhi, penyidik saat ini fokus mengumpulkan fakta dan keterangan guna menentukan langkah hukum berikutnya. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam gelar perkara untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam laporan tersebut.
Tiyo Jadi Sorotan Publik
Nama Tiyo Ardianto belakangan memang menjadi perhatian publik setelah sejumlah kritik yang disampaikannya terhadap pemerintah mendapat respons luas. Mantan Ketua BEM UGM itu aktif menyuarakan berbagai isu kebijakan publik dan turut hadir dalam sejumlah forum diskusi maupun aksi mahasiswa.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap dirinya, Tiyo mengaku mengalami kejadian yang membuatnya khawatir. Ia menyebut menemukan dua perangkat yang diduga sebagai alat pelacak yang terpasang pada kendaraan yang digunakannya.
Temuan tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum laporan Firdaus Oiwobo masuk ke kepolisian. Karena itu, berbagai spekulasi sempat berkembang di ruang publik mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut, meski hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan hubungan langsung.
Kronologi Penemuan Alat Pelacak
Tiyo menjelaskan bahwa dirinya berangkat dari Kudus menuju Semarang pada Jumat (12/6/2026) menggunakan mobil Toyota Fortuner milik keluarganya. Setelah menginap di kawasan Tembalang, Semarang, ia menghadiri sebuah diskusi akademik yang digelar di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kegiatan itu, Tiyo mengaku melihat beberapa orang tak dikenal yang menurutnya mengawasi dan memotretnya secara terbuka. Meski merasa janggal, ia tetap melanjutkan aktivitasnya.
Usai acara, Tiyo melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gejayan. Dalam perjalanan tersebut, ponselnya beberapa kali menerima notifikasi dari aplikasi pendeteksi perangkat pelacak bernama PBX Finder. Karena sedang mengemudi, notifikasi itu sempat diabaikan.
Namun setelah kegiatan selesai, notifikasi serupa terus muncul. Tiyo kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan sebuah perangkat mencurigakan yang diduga berfungsi sebagai alat pelacak.
Temukan Dua Perangkat Berbeda
Awalnya, Tiyo hanya menemukan satu perangkat yang kemudian direndam ke dalam air karena diduga merupakan alat pelacak. Akan tetapi, keesokan harinya notifikasi kembali muncul meskipun perangkat pertama sudah tidak berada di tangannya.
Merasa ada yang tidak beres, ia kembali memeriksa kendaraan tersebut. Dari pemeriksaan lanjutan, ditemukan perangkat kedua berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban belakang kendaraan.
Temuan itu membuat Tiyo menduga ada pihak yang memantau pergerakannya. Ia juga mengklaim perangkat kedua telah aktif sejak dirinya berada di Semarang pada Jumat malam.
Polisi Masih Dalami Laporan
Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa laporan yang diajukan Firdaus Oiwobo masih berada pada tahap penyelidikan awal. Polisi belum menyampaikan apakah laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan Tiyo, aktivitas politiknya, atau isu lain.
Penyidik akan memeriksa berbagai keterangan dan bukti sebelum menentukan langkah lanjutan. Hingga kini, baik Firdaus Oiwobo maupun Tiyo Ardianto belum memberikan penjelasan rinci mengenai substansi laporan tersebut.
Dengan situasi yang masih berkembang, perhatian publik kini tertuju pada hasil penyelidikan kepolisian. Di satu sisi, laporan hukum terhadap Tiyo menjadi sorotan. Di sisi lain, pengakuannya terkait penemuan dua alat pelacak juga menimbulkan pertanyaan yang menunggu jawaban dari proses investigasi yang sedang berjalan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







