Jurnal Pelopor — Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali bertambah. Korban terbaru bernama Mina Puadi (51) meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Dengan demikian, total korban tewas dalam tragedi tersebut kini mencapai enam orang.
Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya sisa-sisa amunisi perang yang masih tersebar di sejumlah wilayah Papua, khususnya di Biak Numfor yang pernah menjadi lokasi pertempuran besar pada masa Perang Dunia II.
Korban Meninggal Setelah Jalani Operasi
Menurut keterangan Polda Papua, Mina Puadi awalnya mengalami luka di bagian dahi akibat ledakan. Namun setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, tim medis menemukan cedera yang lebih serius berupa patah tulang rusuk sebelah kiri dan pendarahan pada organ limpa.
Korban kemudian menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan internal pada Senin (1/6/2026) sore. Setelah operasi, kondisinya sempat stabil. Namun beberapa jam kemudian kesehatannya kembali menurun sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.
Meski tim medis telah melakukan berbagai upaya penyelamatan, Mina akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pukul 04.06 WIT.
Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian
Hingga saat ini, aparat keamanan bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban lain yang kemungkinan belum ditemukan di lokasi ledakan.
Selain itu, proses identifikasi korban juga terus berlangsung. Tim gabungan yang melibatkan Basarnas berhasil menemukan 13 potongan tubuh di sekitar lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses pencarian dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi kejadian masih berpotensi menyimpan material peledak yang belum meledak.
Granat Aktif dan Proyektil Ditemukan di Lokasi
Dalam proses sterilisasi area ledakan, Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan sejumlah benda berbahaya. Petugas menemukan dua proyektil serta satu granat aktif jenis nanas yang telah dimodifikasi.
Granat aktif tersebut akan dimusnahkan sesuai prosedur demi mencegah risiko ledakan susulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan sisa-sisa persenjataan perang yang berbahaya meskipun konflik telah berakhir puluhan tahun lalu.
Masyarakat Diminta Waspada
Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar area tersebut.
Warga diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan jika menemukan benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak. Langkah ini penting untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.
Tragedi di Biak Numfor menjadi pengingat bahwa sisa peninggalan Perang Dunia II masih dapat menimbulkan ancaman serius. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan penanganan profesional dari aparat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







