Bojonegoro – Suasana malam takbir menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Dusun Dukuan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Selasa malam (26/5/2026), berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Sepanjang Jalan Monginsidi dipadati warga yang antusias menyaksikan parade takbir keliling dengan iringan musik Jawa dan oklik yang menggema di tengah malam Iduladha.
Tiga kelompok tampil bergantian memeriahkan malam takbir tersebut. Penampilan dibuka oleh kelompok TPA dan Remaja Masjid Al Mukhlisin Sukorejo yang membawa nuansa islami dengan iringan musik Jawa. Anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an bersama para remaja tampak kompak melantunkan takbir sambil memainkan alat musik tradisional.
Kemeriahan berlanjut saat Remaja Masjid Al Ikhlas tampil dengan musik oklik dan irama Jawa yang menghidupkan suasana malam. Tabuhan alat musik sederhana khas pedesaan itu sukses menarik perhatian warga yang memenuhi sisi jalan.
Puncak acara ditutup dengan parade atraktif dari kelompok remaja Gang Monginsidi 1 atau MUSI 1. Penampilan penuh semangat dan enerjik dari para pemuda membuat suasana malam Iduladha semakin semarak dan menghibur masyarakat hingga larut malam.
Di tengah kemeriahan parade, ada momen unik yang menjadi perhatian warga. Sosok Pak Sukirno yang dikenal sebagai “badut suka-suka” tampak membagikan amplop atau “ampau” kepada anak-anak dan remaja yang mengikuti parade. Aksi spontan tersebut langsung disambut sorak gembira para peserta dan warga yang hadir.
“Ini sebenarnya tidak direncanakan secara resmi, tapi sudah jadi kebiasaan warga setiap malam takbir. Bentuk rasa syukur dan kebersamaan masyarakat di sini,” ujar Sukirno di sela kegiatan.
Salah satu warga, Roni (34), mengaku senang dengan tradisi yang terus dijaga masyarakat Dusun Dukuan tersebut. Menurutnya, parade takbir seperti ini mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus memberikan hiburan positif bagi anak-anak dan remaja.
“Suasananya hangat sekali. Anak-anak senang, remaja juga semangat ikut parade. Tradisi seperti ini bagus karena membuat warga berkumpul dan saling meramaikan malam Iduladha,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Siti Aminah, warga setempat yang datang bersama keluarganya. Ia menilai kegiatan sederhana namun penuh kebersamaan itu menjadi ciri khas malam takbir di Dusun Dukuan.
“Walaupun sederhana, tapi suasananya selalu ramai dan membuat bahagia. Musik Jawa dan takbirnya terasa khas kampung, jadi lebih berkesan,” katanya.
Tradisi takbir keliling di Dusun Dukuan ini pun bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan wujud syukur masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kreativitas warga menjadi warna tersendiri yang membuat malam takbir di kawasan tersebut selalu dinanti setiap tahunnya.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






