Jurnal Pelopor — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sebanyak 6.700 anak di Kota Bandung masih masuk kategori zero dose atau belum pernah menerima satu pun dosis imunisasi dasar rutin.
Dalam keterangannya pada Selasa (12/5/2026), Farhan menjelaskan bahwa Kota Bandung menyumbang sekitar 10 persen dari total 67.000 kasus zero dose yang ada di Provinsi Jawa Barat. Anak-anak dalam kategori ini didefinisikan sebagai mereka yang belum mendapatkan vaksin DPT-1 (difteri, pertusis, tetanus) pada tahun pertama kehidupan mereka.
Kondisi ini menempatkan anak-anak tersebut pada risiko tinggi terkena penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah, serta berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan masyarakat.
Strategi Penanganan: Siskamling dan Kader Posyandu
Pemerintah Kota Bandung telah mengambil langkah-langkah proaktif sejak September 2025 untuk menekan angka tersebut melalui beberapa inisiatif:
-
Program Siskamling: Sosialisasi harian ke seluruh kewilayahan untuk menjangkau keluarga yang belum memberikan imunisasi pada anak mereka.
-
Optimalisasi Posyandu: Melibatkan Tim Penggerak Posyandu dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) untuk mendeteksi masalah anak di tingkat RW.
-
Perubahan Pola Pikir: Farhan menekankan pentingnya mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap imunisasi sebagai syarat utama anak tumbuh sehat dan produktif sebelum memasuki jenjang pendidikan atau dunia kerja.
Penurunan Signifikan di Jawa Barat
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Harbuwono, mengapresiasi penurunan tren kasus zero dose di Jawa Barat. Ia mencatat bahwa angka tersebut sempat menyentuh 122.000 kasus pada tahun 2024, sebelum akhirnya berhasil ditekan menjadi 67.000 kasus.
Dante menekankan dua instrumen kunci untuk menuntaskan masalah ini:
-
Buku KIA (Buku Pink): Memastikan setiap orang tua membawa dan memahami catatan imunisasi di buku tersebut.
-
Kader Posyandu: Bertindak sebagai ujung tombak untuk mendeteksi bayi baru lahir di setiap RW dan melakukan penyuluhan langsung kepada ibu-ibu di tingkat akar rumput.
Kota Bandung pun diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam inovasi pelayanan kesehatan perkotaan (urban) untuk menghapus angka zero dose secara total dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







