Jurnal Pelopor — Mata uang Garuda harus mengakui keperkasaan greenback pada penutupan perdagangan Selasa sore. Rupiah melemah 0,19% atau 32 poin, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).
Faktor Eksternal: Krisis Energi Global
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa kebuntuan upaya damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama. Kondisi ini diperparah dengan status Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup, menghambat distribusi minyak dunia dari Timur Tengah.
-
Sentimen Risk Off: Terganggunya pasokan energi global memicu kekhawatiran pasar, sehingga indeks dolar AS terus menguat karena dianggap lebih stabil di tengah krisis.
-
Kondisi Kawasan: Rupiah tidak sendirian; mayoritas mata uang Asia seperti Yuan China, Peso Filipina, dan Dolar Singapura juga terpantau melemah terhadap dolar AS.
Tantangan Domestik
Selain tekanan geopolitik, rupiah menghadapi tantangan dari dalam negeri:
-
Ketergantungan Modal Asing: Aliran modal keluar (outflow) masih membayangi stabilitas nilai tukar.
-
Kebutuhan Perbaikan Fundamental: Narasi bahwa rupiah saat ini sudah undervalued (terlalu murah) dinilai tidak cukup. Pasar menuntut adanya perbaikan nyata pada fundamental ekonomi nasional untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Proyeksi Kedepan
Pergerakan rupiah diprediksi masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.240 hingga Rp17.280 per dolar AS.
Sekilas Berita Terkait Lainnya (28 April 2026):
-
Logistik: Menhub memanggil pengelola Taksi Green SM terkait kecelakaan beruntun dengan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
-
Industri: Pemerintah resmi membebaskan bea masuk bahan baku plastik selama 6 bulan untuk menjaga daya saing industri manufaktur.
-
Olahraga: Pembalap muda Indonesia, Veda Ega, berhasil merangkak naik di klasemen Moto3 2026 setelah finis di posisi ke-6 pada GP Spanyol.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






