• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Bangun Patung di Wilayah Sengketa, Thailand Disorot

Thailand bangun patung Buddha di wilayah sengketa perbatasan Kamboja, memicu polemik baru dan meningkatkan ketegangan regional Asia Tenggara

musa by musa
25/01/2026
in Jurnal
0
thailand
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Pemerintah Thailand mengonfirmasi pembangunan sebuah patung Buddha di wilayah perbatasan yang masih disengketakan dengan Kamboja. Langkah ini langsung memantik sorotan regional karena dilakukan di lokasi yang sama tempat militer Thailand sebelumnya merobohkan dan memindahkan patung dewa Hindu Wisnu pada Desember lalu. Alih-alih meredakan ketegangan pascagencatan senjata, pembangunan simbol keagamaan ini justru membuka babak baru polemik antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara.

Pembangunan patung Buddha tersebut terjadi di kawasan yang oleh Thailand disebut An Ma, sementara Kamboja mengenalnya sebagai An Ses. Wilayah ini telah lama menjadi titik sensitif dalam sengketa perbatasan yang berakar sejak penetapan garis batas era kolonial.

Simbol Agama di Tengah Sengketa Wilayah

Ketegangan terbaru tidak dapat dilepaskan dari peristiwa bulan lalu, ketika pasukan Thailand menghancurkan patung Wisnu di area yang sama. Bangkok kala itu menyatakan tindakan tersebut bertujuan menegaskan kendali wilayah, bukan sebagai bentuk penghinaan terhadap agama tertentu.

Namun, bagi Kamboja, pembangunan patung Buddha oleh militer Thailand dinilai sarat makna politik. Phnom Penh menilai pemasangan simbol keagamaan di wilayah sengketa berpotensi memperkuat klaim sepihak, sekaligus melanggar semangat deeskalasi yang disepakati dalam gencatan senjata.

Kementerian luar negeri Kamboja menyatakan bahwa langkah Thailand tersebut “tidak sejalan dengan upaya membangun kepercayaan” pascakonflik berdarah yang baru saja berakhir.

Respons Militer Thailand

Menanggapi kritik tersebut, Angkatan Darat Thailand membantah keras tudingan Phnom Penh. Dalam pernyataan resminya, militer Thailand menyebut Kamboja telah mendistorsi fakta di lapangan.

Menurut militer Thailand, pembangunan patung Buddha dilakukan dalam kerangka kebebasan beragama dan keyakinan. Mereka juga menyatakan bahwa tujuan utama pemasangan patung tersebut adalah untuk meningkatkan semangat warga Thailand yang tinggal di kawasan perbatasan, bukan untuk merongrong kepercayaan atau simbol agama pihak lain.

“Kami tidak bermaksud menghina agama mana pun. Ini adalah bentuk ekspresi keagamaan dan dukungan moral bagi masyarakat setempat,” demikian pernyataan militer Thailand.

Kesamaan Agama Tak Cukup Redam Konflik

Ironisnya, Thailand dan Kamboja sama-sama merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha. Namun kesamaan keyakinan itu tidak otomatis meredakan konflik panjang yang membelit kedua negara.

Sengketa perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer ini telah memicu berbagai bentrokan bersenjata selama bertahun-tahun. Episode terbaru, yang berlangsung selama tiga pekan sebelum gencatan senjata diberlakukan, dilaporkan menewaskan puluhan orang dari kedua pihak.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, Kamboja menuduh Thailand masih menguasai sejumlah area di provinsi perbatasan dan mendesak penarikan pasukan dari wilayah yang diklaim bersama.

Ujian Gencatan Senjata dan Stabilitas Regional

Pembangunan patung Buddha di wilayah sengketa menjadi ujian nyata bagi keberlanjutan gencatan senjata yang rapuh. Di satu sisi, Thailand menegaskan haknya atas wilayah tersebut. Di sisi lain, Kamboja memandang langkah itu sebagai provokasi simbolik yang berpotensi memicu eskalasi baru.

Bagi kawasan Asia Tenggara, ketegangan ini menjadi pengingat bahwa konflik perbatasan tidak hanya soal garis wilayah, tetapi juga menyentuh identitas, simbol, dan emosi kolektif. Di tengah upaya menjaga stabilitas regional, langkah kecil di wilayah sengketa bisa berdampak besar pada hubungan antarnegara.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Thailand #Kamboja #SengketaPerbatasan #PatungBuddha #AsiaTenggara #KonflikRegional #IsuInternasional
Previous Post

Rusia Uji Diplomasi dengan Serangan Besar

Next Post

Psikolog Bongkar Pola Pikir Orang Miskin, Menengah, dan Kaya

musa

musa

Related Posts

bnpb
Nasional

BNPB Keluhkan Dana Cegah BencanaTak Sampai Rp20 Miliar

04/02/2026
uea
World

UEA Disebut Ambil Kendali Kelola Gaza, Didukung Israel

04/02/2026
mui
Nasional

Berubah Pikiran! MUI Dukung Langkah RI soal Gaza

04/02/2026
board of peace
Nasional

Prabowo Kumpulkan Tokoh Islam Bahas Board of Peace

04/02/2026
syauqi
Olahraga

Luka Lama! Syauqi Saud Siap Balas Dendam ke Jepang

04/02/2026
havertz
Nasional

Gol Telat Havertz Hantarkan Arsenal ke Final Carabao Cup

04/02/2026
Next Post
miskin

Psikolog Bongkar Pola Pikir Orang Miskin, Menengah, dan Kaya

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.