Jurnal Pelopor — Giornata ke-21 Serie A Liga Italia menyuguhkan dua cerita kontras pada Selasa (20/1/2026) dini hari WIB. Emil Audero tampil solid dan mencatat clean sheet saat Cremonese menahan Hellas Verona tanpa gol, sementara Como 1907 tampil perkasa dengan pesta tiga gol tanpa balas di markas Lazio, Stadion Olimpico Roma.
Audero Jadi Tembok Kokoh Cremonese
Cremonese menjamu Hellas Verona di Stadio Giovanni Zini dengan harapan meraih poin penuh di kandang. Sejak menit awal, laga berjalan terbuka. Verona tampil agresif dan lebih berani menekan, meski penguasaan bola cenderung dikuasai tim tuan rumah.
Verona tercatat melepaskan 11 tembakan sepanjang pertandingan. Empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, semua peluang itu mentah di tangan Emil Audero. Kiper Timnas Indonesia tersebut tampil tenang, sigap membaca arah bola, dan efektif dalam duel satu lawan satu.
Sebaliknya, Cremonese hanya mampu mencatat tujuh tembakan dengan satu yang tepat sasaran. Situasi ini membuat peran Audero menjadi sangat krusial. Empat penyelamatan bersihnya memastikan gawang Cremonese tetap perawan hingga peluit akhir.
Hasil imbang tanpa gol ini menjaga posisi Cremonese di papan tengah. Mereka kini berada di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin. Jumlah tersebut sejajar dengan Sassuolo, serta hanya terpaut tipis dari Parma dan Torino yang membuntuti di bawahnya.
Bagi Audero, clean sheet ini menjadi bukti konsistensi sekaligus modal kepercayaan diri di tengah persaingan ketat Serie A. Ia kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap, tetapi figur penting di lini pertahanan Cremonese.
Como Menggebrak Olimpico
Jika laga di Giovanni Zini berjalan ketat, cerita berbeda tersaji di Olimpico Roma. Como 1907 tampil tanpa kompromi saat menghadapi Lazio. Anak asuh Cesc Fabregas langsung menghentak sejak menit awal.
Martin Baturina membuka keunggulan Como saat laga baru berjalan dua menit. Umpan matang Alex Valle diselesaikan dengan tenang oleh gelandang muda tersebut. Gol cepat itu membuat Lazio terkejut dan kehilangan ritme permainan.
Tekanan Como berlanjut. Pada menit ke-24, Nico Paz menggandakan keunggulan lewat sepakan terukur setelah menerima assist Maxence Caqueret. Como pun unggul 2-0 dan semakin percaya diri mengendalikan tempo.
Nico Paz sempat gagal menambah gol melalui titik penalti pada menit ke-35. Namun, kegagalan itu tak mematahkan mentalnya. Awal babak kedua menjadi panggung penebusan. Pada menit ke-49, Paz mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Baturina, mengunci keunggulan 3-0 untuk tim tamu.
Klasemen Memanas, Ambisi Como Terjaga
Kemenangan di markas Lazio membuat Como tetap bertahan di posisi keenam dengan 37 poin. Mereka kini unggul lima poin atas Atalanta dan hanya terpaut dua angka dari Juventus di posisi kelima. Hasil ini mempertegas status Como sebagai salah satu kuda hitam Serie A musim ini.
Sebaliknya, Lazio harus puas tertahan di peringkat kesembilan dengan 28 poin. Kekalahan di kandang sendiri menjadi sinyal bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Biancocelesti.
Giornata 21 pun menegaskan satu hal: Serie A musim ini tak hanya soal raksasa tradisional. Ada kiper Indonesia yang jadi pahlawan, dan ada Como yang terus menolak dianggap sekadar pelengkap. Persaingan menuju papan atas semakin panas, dan drama baru tampaknya baru saja dimulai.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







