• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

50 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi

50 hari pascabencana banjir dan longsor, 24 desa di Aceh Tengah masih terisolasi akibat akses rusak parah.

musa by musa
16/01/2026
in Jurnal
0
desa
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Memasuki hari ke-50 pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada akhir November 2025, sebanyak 24 desa di lima kecamatan masih terisolasi. Akses jalan dan jembatan yang rusak parah membuat ribuan warga terputus dari layanan dasar, sementara upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.

Ribuan Warga Masih Terjebak Isolasi

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyebut total penduduk terdampak di desa-desa terisolasi mencapai 10.914 jiwa. Mereka tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, serta Kecamatan Linge. Hingga pertengahan Januari 2026, sebagian besar wilayah tersebut belum dapat diakses kendaraan roda empat, bahkan beberapa sama sekali belum bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi ini membuat distribusi logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat berjalan sangat terbatas. Warga terpaksa berjalan kaki berjam-jam melewati jalur darurat untuk menjangkau wilayah yang sudah terbuka.

Kecamatan Ketol Paling Terdampak

Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolasi terbanyak. Terdapat sembilan desa yang masih terdampak, yakni Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Jumlah penduduk terdampak di kecamatan ini mencapai 4.951 jiwa.

Murthalamuddin menjelaskan, keterisolasian di Ketol terutama disebabkan oleh putusnya jembatan dan longsor yang menutup badan jalan. Meski demikian, beberapa desa seperti Serempah dan Bah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua, walaupun akses kendaraan roda empat masih belum memungkinkan.

Jembatan Putus di Silih Nara dan Rusip Antara

Di Kecamatan Silih Nara, dua desa masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan total 254 jiwa terdampak. Putusnya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit membuat akses menuju wilayah ini terhenti total.

Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara terdapat lima desa yang masih terisolasi, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik. Jumlah penduduk terdampak di wilayah ini mencapai 2.765 jiwa. Akses roda dua ke beberapa desa mulai terbuka, tetapi kendaraan roda empat masih terhambat akibat longsor dan kerusakan jembatan.

Kecamatan Linge Masih Terputus

Di Kecamatan Linge, tujuh desa tercatat masih terisolasi, meliputi Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang. Total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa. Putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan menjadi penyebab utama terhentinya akses transportasi.

Upaya Pemulihan Terus Berjalan

Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat terus berupaya membuka jalur darat sementara dan mempercepat perbaikan infrastruktur vital. Fokus utama diarahkan pada pembukaan akses ke desa-desa yang hingga kini masih sepenuhnya terisolasi.

“Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal,” ujar Murthalamuddin.

Pemerintah berharap, dengan percepatan penanganan dan dukungan lintas sektor, isolasi puluhan desa di Aceh Tengah dapat segera teratasi dan kehidupan warga berangsur pulih.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AcehTengah #Banjir #Longsor #BencanaAlam #DesaTerisolasi #PemulihanBencana #Aceh
Previous Post

Strategi Baru MU, Wonderkid Ekuador Jadi Target

Next Post

Jurang Suhu Global Menganga, Indonesia di Posisi ke Berapa?

musa

musa

Related Posts

yaqut
Nasional

Ikuti Yaqut, Immanuel Ebenezer Minta Tahanan Rumah ke KPK!

24/03/2026
jepang
Jurnal

Ogah Minta Bantuan Iran, Jepang Hadapi Ketidakpastian Hormuz

24/03/2026
baggott
Olahraga

Kedatangan Baggott Jadi Sinyal Kuat Timnas Siap Tempur!

24/03/2026
veda
Olahraga

Dari Track Walk ke Podium, Veda Buktikan Keyakinannya!

24/03/2026
andrie yunus
Nasional

Kasus Andrie Yunus Picu Desakan Revisi UU Peradilan Militer

19/03/2026
bmkg
Nasional

Cuaca Jakarta Terasa Makin Panas, Ini Penjelasan BMKG

19/03/2026
Next Post
suhu

Jurang Suhu Global Menganga, Indonesia di Posisi ke Berapa?

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.