• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Viral Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Ini Pesan Spanduknya

Greenpeace Indonesia bentangkan spanduk di Patung Bundaran HI, mendesak pemerintah menangani krisis iklim dan menekan biaya hidup masyarakat.

musa by musa
20/10/2026
in Nasional
0
greenpeace
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu pesan yang terpampang pada spanduk berbunyi, “Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah?”

Pesan tersebut menjadi bentuk kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah dalam menghadapi persoalan lingkungan, meningkatnya risiko bencana, serta dampaknya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Spanduk Kritik Menarik Perhatian Warga

Aksi Greenpeace di salah satu ikon Ibu Kota itu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan Bundaran HI. Sejumlah warga terlihat mengeluarkan telepon seluler untuk merekam dan mengabadikan momen ketika spanduk berukuran besar dibentangkan di Patung Selamat Datang.

Pemilihan lokasi tersebut membuat pesan yang disampaikan aktivis mudah terlihat oleh masyarakat. Bundaran HI merupakan salah satu kawasan strategis di Jakarta yang ramai dilalui kendaraan dan menjadi pusat aktivitas warga.

Aksi berlangsung di tengah penjagaan aparat keamanan. Personel kepolisian dan TNI tampak bersiaga di sekitar lokasi untuk mengamankan situasi.

Berdasarkan laporan Warta Kota, spanduk tersebut kemudian diturunkan atau digulung oleh petugas gabungan sekitar pukul 08.50 WIB.

Greenpeace Soroti Dampak Krisis Iklim

Greenpeace menilai krisis iklim bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan masalah yang turut memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meningkatnya risiko bencana dapat mengancam keselamatan warga, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga menambah beban pengeluaran rumah tangga. Dampak tersebut dinilai semakin berat bagi kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

Sebelumnya, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, juga menyoroti keterkaitan antara cuaca ekstrem, bencana ekologis, dan tekanan terhadap penghidupan masyarakat.

Menurutnya, kabut asap berkepanjangan menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat memengaruhi kesehatan, pendapatan, serta aktivitas ekonomi warga.

Melalui aksi di Bundaran HI, Greenpeace kembali mendorong pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penanganan bencana setelah terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dan mengatasi akar persoalan krisis iklim.

Momentum Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dimanfaatkan Greenpeace untuk mempertanyakan sejauh mana kebijakan pemerintah mampu melindungi masyarakat dari dampak krisis iklim dan bencana ekologis.

Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kritik terhadap arah kebijakan pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan.

Greenpeace berharap isu krisis iklim mendapatkan perhatian lebih serius dalam agenda pemerintahan, termasuk melalui kebijakan pencegahan bencana dan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

Dengan membentangkan spanduk di ruang publik, Greenpeace berupaya mengingatkan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan alam, tetapi juga berkaitan erat dengan keselamatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.

Pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menghadapi krisis iklim membutuhkan langkah nyata dan kebijakan yang mampu menjawab dampaknya terhadap kehidupan warga.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #GreenpeaceIndonesia #BundaranHI #KrisisIklim #AksiGreenpeace #JakartaPusat #BiayaHidup #BeritaTerkini #JurnalPelopor
Previous Post

Kebakaran Gunung Lawu Makin Meluas, Pos 4 Terancam

musa

musa

Related Posts

double job
Nasional

Gaji Utama Tak Cukup, Kelas Tengah Andalankan Double Job

20/10/2026
gaji
Nasional

Sultan HB X Pertanyakan Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes

20/10/2026
Hutan Gunung Lawu Terbakar 100 Hektare, Berpotensi Merembet
Nasional

Hutan Gunung Lawu Terbakar 100 Hektare, Berpotensi Merembet

19/10/2026
Bekas Karhutla 5,9 Hektare di Dharmasraya Ditanami Sawit
Nasional

Bekas Karhutla 5,9 Hektare di Dharmasraya Ditanami Sawit

19/10/2026
msci
Nasional

Pengangguran Jakarta Turun dari 6,03 Menjadi 5,79 Persen

17/10/2026
ht
Nasional

KPK Ungkap Belanja HT dalam Penyelidikan Dana Bencana BNPB

17/10/2026
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.