• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home daerah

Kebakaran Gunung Lawu Makin Meluas, Pos 4 Terancam

Kebakaran Gunung Lawu belum padam hingga Senin malam, api meluas ke arah puncak dan mendekati jalur pendakian Tambak.

musa by musa
20/10/2026
in daerah
0
gunung lawu
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih belum berhasil dipadamkan hingga Senin malam (19/10/2026). Kobaran api dilaporkan terus meluas ke arah puncak dan mulai mendekati jalur pendakian, sehingga petugas gabungan meningkatkan upaya pengendalian agar api tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan titik api yang sebelumnya muncul di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, kini bergerak menuju jalur pendakian Tambak. Api juga berpotensi mendekati Pos 4 dan merambat ke wilayah Kecamatan Ngargoyoso.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena kebakaran dapat mengancam kawasan hutan sekaligus membahayakan keselamatan pendaki yang berada di sekitar lokasi.

Dua Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman

Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah mengerahkan dua helikopter untuk membantu pemadaman melalui operasi water bombing atau penyiraman air dari udara pada Senin (19/10/2026).

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menjelaskan bahwa masing-masing helikopter memiliki kapasitas angkut air sekitar 2.000 liter dalam satu kali penerbangan. Air diambil dari Waduk Gondang untuk kemudian disiramkan ke titik-titik kebakaran.

Namun, operasi pemadaman melalui udara belum berjalan maksimal. Kabut, awan tebal, dan asap yang menyelimuti kawasan kebakaran membuat jarak pandang pilot terbatas. Akibatnya, helikopter mengalami kesulitan mendekati titik api untuk melakukan penyiraman secara optimal.

Operasi udara direncanakan kembali dilanjutkan ketika kondisi cuaca memungkinkan.

Kebakaran Telah Melahap Lebih dari 130 Hektare

Kebakaran di lereng Gunung Lawu mulai terdeteksi pada Kamis (15/10/2026). Api membakar vegetasi hutan pinus dan semak ilalang di kawasan Desa Gondosuli.

Hingga Minggu (18/10/2026), luas kawasan yang terdampak diperkirakan telah mencapai lebih dari 130 hektare. Sementara itu, luas kebakaran setelah api kembali meluas pada Senin masih menunggu pendataan dan penghitungan resmi.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari, terhitung sejak 17 Oktober 2026.

Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, relawan, dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta pemadaman dari darat. Seluruh upaya dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel di tengah kondisi kebakaran yang belum terkendali.

Pendaki Diimbau Mematuhi Penutupan Jalur

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Lawu diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari petugas. Warga juga diimbau tidak mendekati titik kebakaran karena arah perambatan api masih berpotensi berubah.

Pendaki yang berencana melakukan perjalanan ke Gunung Lawu perlu memastikan kondisi terkini dan mematuhi penutupan jalur apabila diberlakukan oleh pihak berwenang.

Kebakaran yang belum padam dan semakin mendekati jalur pendakian membuat keselamatan menjadi prioritas utama. Petugas gabungan masih berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas dan mengancam kawasan hutan maupun aktivitas masyarakat di sekitar Gunung Lawu.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KebakaranGunungLawu #GunungLawu #Karhutla #Karanganyar #JalurPendakian #BPBDKaranganyar #BeritaTerkini #JurnalPelopor
Previous Post

Netanyahu Dituding Ingin Seret Washington ke Konflik Baru

Next Post

Viral Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Ini Pesan Spanduknya

musa

musa

Related Posts

terjun ke jurang
daerah

Kecelakaan Tunggal di Bojonegoro, Minibus Silver Terjun ke Jurang

19/10/2026
remaja
daerah

Aksi Iseng Remaja di Temanggung Nyaris Berujung Kebakaran

19/10/2026
mobil xenia
daerah

Mobil Xenia Terbakar di Sampang, Dua Orang Terluka

17/10/2026
persawahan
daerah

Geger! Pusaran Angin Besar Muncul di Persawahan Kediri

15/10/2026
truk terguling
daerah

Gegara Berpapasan di Jembatan Sempit, Truk Mitsubishi Terguling

12/10/2026
bermain
daerah

Tragis! Bermain di Sungai, Bocah 5 Tahun Ditemukan Meninggal

09/10/2026
Next Post
greenpeace

Viral Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Ini Pesan Spanduknya

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.