Jurnal Pelopor — Ilustrasi ibu dan dua anak yang sedang menikmati biskuit di kaleng Khong Guan telah bertahan selama lebih dari setengah abad. Ketidakhadiran sosok ayah sering memicu teori konspirasi jenaka, mulai dari ayah yang sedang memotret hingga isu keretakan rumah tangga. Namun, kenyataannya jauh lebih sederhana.
1. Strategi Marketing: Ibu Adalah Penentu Belanja
Bernardus Prasodjo, sang pelukis ilustrasi tersebut, menjelaskan bahwa desain itu dibuat sesuai pesanan perusahaan pada tahun 1970-an. Menurut sudut pandang profesionalnya, fokus pada sosok ibu adalah strategi promosi yang cerdas.
“Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ. Karena yang belanja ibunya kok,” ujar Bernardus.
2. Terinspirasi dari Buku Cerita Inggris
Secara historis, ilustrasi tersebut memiliki kemiripan kuat dengan karya seniman Inggris, Harry Wingfield, dalam buku anak-anak klasik terbitan Ladybird Books (1959). Di dalam buku tersebut, adegan minum teh itu menggambarkan dua karakter bernama Peter dan Jane.
3. Sang Ayah “Belum Pulang Kerja”
Jika merujuk pada rangkaian cerita di buku aslinya, alasan ketidakhadiran sang ayah bukanlah karena hilang, melainkan masalah waktu:
-
Pukul 16.00: Ibu, Peter, dan Jane menikmati teh sore (adegan yang dipilih untuk kaleng Khong Guan).
-
Pukul 18.00: Ayah baru pulang kerja. Dalam halaman selanjutnya di buku tersebut, barulah muncul ilustrasi anak-anak berlari ke depan rumah untuk menyambut ayahnya.
Jadi, sang ayah sebenarnya ada, namun ia sedang berjuang mencari nafkah saat sesi minum teh berlangsung.
Fakta Menarik Khong Guan:
-
Asal Merek: Meskipun sangat ikonik di Indonesia, Khong Guan sebenarnya berasal dari Singapura.
-
Konsistensi Desain: Ilustrasi ini hampir tidak pernah berubah sejak pertama kali dibuat oleh Bernardus Prasodjo, meski baju sang ibu sempat mengalami perubahan warna dari kuning ke merah.
-
Varian Isi: Hingga saat ini, kaleng ikonik tersebut berisi 13 macam biskuit yang berbeda.
Lucu ya, sebuah ketidaksengajaan dalam memilih potongan gambar ternyata bisa menjadi bahan diskusi nasional selama puluhan tahun. Sepertinya “si ayah” ini adalah pekerja keras teladan yang saking rajinnya lembur sampai-sampai tidak pernah kebagian biskuit di kemasannya sendiri.
Dari 13 macam biskuit di dalam kaleng Khong Guan, kamu termasuk tim yang langsung mengincar biskuit yang ada gulanya di atas atau tim yang suka biskuit rasa lemon, nih?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







