• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Ramai Soal Desil 12, Airlangga: Itu Tidak Mungkin

Airlangga menegaskan klasifikasi desil dalam DTSEN hanya terdiri dari 10 tingkatan berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

musa by musa
22/08/2026
in Nasional
0
airlangga
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan polemik pembagian desil kesejahteraan yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa klasifikasi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hanya terdiri dari 10 tingkatan, bukan 12.

Menurut Airlangga, desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dihitung dari berbagai variabel sosial ekonomi. Penilaiannya antara lain mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

“Desil itu selalu sampai 10, sama seperti 0-100 persen. Kira-kira enggak mungkin 0-120 persen. Desil 12 itu 120 persen,” ujar Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (21/8/2026).

Desil 1 hingga 10

Dalam sistem tersebut, setiap desil mewakili sekitar 10 persen kelompok keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

  • Desil 1: 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah
  • Desil 2: kelompok miskin dan rentan
  • Desil 3: kelompok miskin dan rentan
  • Desil 4: kelompok miskin dan rentan
  • Desil 5: kelompok dengan pengeluaran moderat
  • Desil 6: kelompok dengan pengeluaran moderat
  • Desil 7: kelompok menengah ke atas
  • Desil 8: kelompok menengah ke atas
  • Desil 9: kelompok menengah ke atas
  • Desil 10: 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi

Klasifikasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sosial.

Desil Jadi Acuan Penerima Bansos

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025, kelompok desil 1 sampai 5 menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam sejumlah program perlindungan sosial.

Program Keluarga Harapan (PKH), misalnya, ditujukan bagi kelompok desil 1 hingga 4. Sementara Program Sembako dan sejumlah bantuan lainnya dapat diberikan kepada kelompok desil 1 hingga 5, sesuai ketentuan masing-masing program.

Dengan demikian, masyarakat yang berada di desil 6 hingga 10 pada dasarnya tidak menjadi kelompok prioritas penerima bansos karena dinilai memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih tinggi.

Namun, cakupan bantuan dapat diperluas dalam kondisi tertentu. Pemerintah pernah memperluas penerima perlindungan sosial hingga kelompok desil 6 ketika pandemi Covid-19.

Masyarakat Ramai Mempertanyakan Status Desil

Polemik muncul setelah masyarakat melakukan pengecekan status kesejahteraan secara mandiri. Sebagian warga mengaku mendapatkan hasil desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

Kasus seperti pedagang kecil yang masuk desil 9 pun menjadi sorotan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana data kesejahteraan masyarakat dihitung dan diperbarui.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) masih melakukan pemutakhiran melalui Susenas 2026.

“BPS sedang melakukan sensus ekonomi, kita tunggu saja sensus ekonominya,” kata Airlangga.

Artinya, status desil yang muncul saat ini masih dapat menjadi bahan evaluasi dan pemutakhiran berdasarkan data sosial ekonomi terbaru.

Desil Bukan Sekadar Ukuran Penghasilan

Hal penting yang perlu dipahami, desil tidak semata-mata ditentukan dari besar kecilnya penghasilan seseorang. Pengelompokan kesejahteraan menggunakan sejumlah indikator sosial ekonomi, termasuk kondisi rumah, pendidikan, pekerjaan, listrik, dan aset.

Karena itu, seseorang dengan penghasilan yang terlihat rendah belum tentu otomatis masuk desil terbawah. Sebaliknya, seseorang yang merasa tidak kaya juga dapat memperoleh klasifikasi desil yang lebih tinggi apabila berbagai indikator dalam basis data menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih baik.

Pemerintah kini masih menunggu hasil pemutakhiran data BPS untuk memastikan klasifikasi tersebut semakin sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AirlanggaHartarto #Desil #DTSEN #Bansos #BantuanSosial #DataSosialEkonomi #Kemiskinan #Pemerintah #EkonomiIndonesia #BeritaTerkini
Previous Post

22,93 Juta Penduduk Indonesia Miskin, Mayoritas Tinggal di Jawa

Next Post

Dari Vonis Mati hingga Usia 101 Tahun, Kisah Francis Smith

musa

musa

Related Posts

Karhutla Kaimantan Semakin Meluas, DPR Minta Status Darurat
Nasional

Karhutla Kaimantan Semakin Meluas, DPR Minta Status Darurat

22/08/2026
lamba
Nasional

Camat Lamba Leda Utara Ngamuk ke BNPB, Ini Penyebabnya

22/08/2026
indonesia
Nasional

22,93 Juta Penduduk Indonesia Miskin, Mayoritas Tinggal di Jawa

22/08/2026
suami
Nasional

Viral! Suami Gerebek Istri PPPK Nakes Bersama Pria Lain

21/08/2026
Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen
Nasional

Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Resmi Dibuka

21/08/2026
Desil 9
Nasional

Jualan Pentol, Anif Masuk Desil 9 meski Penghasilan Menurun

21/08/2026
Next Post
smith

Dari Vonis Mati hingga Usia 101 Tahun, Kisah Francis Smith

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.