• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Pantai Italia Larang Pengunjung Pakai Payung, Ini Alasannya

Pantai Punta Molentis melarang pengunjung usia 10 hingga 65 tahun menggunakan payung demi keselamatan dan pengendalian kepadatan.

musa by musa
15/06/2026
in World
0
pantai
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor —  Sebuah aturan tak biasa diterapkan di salah satu destinasi wisata populer Italia pada musim panas 2026. Pengelola Pantai Punta Molentis memberlakukan larangan penggunaan payung bagi sebagian besar pengunjung, khususnya mereka yang berusia antara 10 hingga 65 tahun. Kebijakan ini langsung memicu perdebatan karena dianggap menyulitkan wisatawan yang ingin berlindung dari terik matahari saat berada di pantai.

Hanya Anak-anak dan Lansia yang Dikecualikan

Berdasarkan aturan baru yang diumumkan pemerintah setempat, hanya keluarga yang membawa anak di bawah usia 10 tahun dan pengunjung berusia di atas 65 tahun yang diperbolehkan membawa satu payung.

Sementara itu, pengunjung berusia produktif dilarang memasang payung, gazebo, tenda, maupun alat peneduh lainnya di area pantai.

Kebijakan tersebut berlaku sepanjang musim panas dan menjadi bagian dari upaya pengelola mengurangi kepadatan serta meningkatkan keselamatan pengunjung.

 

 

Image

 

Dipicu Insiden Evakuasi Tahun Lalu

Larangan ini bukan muncul tanpa alasan. Pemerintah kota Villasimius mengaku belajar dari insiden darurat yang terjadi pada musim panas tahun lalu.

Saat itu, puluhan wisatawan harus dievakuasi menggunakan perahu akibat kebakaran yang terjadi di sekitar kawasan pantai. Proses evakuasi melalui jalur darat mengalami kendala karena pantai terlalu padat dan dipenuhi payung yang menghalangi akses petugas penyelamat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jika keadaan darurat serupa kembali terjadi.

Payung Dinilai Menghalangi Jalur Evakuasi

Menurut pihak pemerintah kota, banyaknya payung yang dipasang berdekatan menyebabkan ruang gerak menjadi sangat terbatas.

Selain menghambat akses petugas, keberadaan payung dalam jumlah besar juga dinilai mengganggu pandangan ke arah laut yang penting untuk pengawasan keselamatan pengunjung.

Punta Molentis sendiri merupakan pantai yang tidak mengizinkan keberadaan fasilitas pantai komersial besar. Akibatnya, wisatawan biasanya membawa perlengkapan peneduh sendiri sehingga area pasir menjadi sangat padat saat musim liburan.

Wisatawan Protes dan Khawatir Terpapar Matahari

Kebijakan ini langsung memicu kritik dari wisatawan. Banyak pengunjung mempertanyakan bagaimana mereka bisa melindungi diri dari panas ekstrem Mediterania tanpa payung.

Sebagian warga bahkan menyindir aturan tersebut melalui media sosial dan forum resmi pemerintah kota.

Mereka menilai risiko sengatan matahari dan luka bakar akibat paparan sinar ultraviolet justru bisa meningkat apabila pengunjung tidak memiliki tempat berteduh yang memadai.

Wisata Pantai Italia Semakin Ketat

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pantai terkenal di Italia memang mulai menerapkan berbagai aturan untuk mengendalikan jumlah wisatawan.

Beberapa pantai membatasi durasi kunjungan, menerapkan sistem reservasi, hingga mengenakan biaya cukup tinggi untuk penggunaan kursi dan payung resmi yang disediakan pengelola.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi kepadatan wisatawan, dan meningkatkan keselamatan pengunjung.

Meski menuai kontroversi, larangan penggunaan payung di Punta Molentis menunjukkan bagaimana destinasi wisata populer kini semakin mengutamakan aspek keselamatan dan pengelolaan keramaian. Namun, efektivitas aturan tersebut masih akan diuji selama musim panas 2026 berlangsung, terutama di tengah kekhawatiran wisatawan terhadap paparan panas yang semakin ekstrem di kawasan Eropa Selatan.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #Italia #PantaiPuntaMolentis #WisataDunia #LiburanMusimPanas #TravelNews #BeritaUnik #JurnalPelopor #InfoWisata
Previous Post

Carrick Pertimbangkan Rashford, Masa Depan di United Terbuka

Next Post

Persija Bergerak, Paulo Ricardo Masuk Proyek Shin Tae-yong

musa

musa

Related Posts

singapura
World

Dari Lisbon ke Singapura, Petualangan Kereta Terpanjang Dunia

04/06/2026
eropa
World

Eropa Memanas, 7 Orang Tewas di Prancis akibat Heatwave

27/05/2026
mojtaba
World

Mojtaba Khamenei Sehat, Iran Terus Negosiasi Dengan Amerika.

02/05/2026
selat hormuz
World

Keluar Selat Hormuz, Kapal Kontainer Malah Disita Iran.

23/04/2026
11 WNI Diringkus Polisi Pulau Pinang, Terlibat Kasus Besar!
World

11 WNI Diringkus Polisi Pulau Pinang, Terlibat Kasus Besar!

13/04/2026
israel
World

Negara Arab Ngamuk! Israel Caplok Tepi Barat Milik Negara.

17/02/2026
Next Post
Paulo Ricardo

Persija Bergerak, Paulo Ricardo Masuk Proyek Shin Tae-yong

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.