Jurnal Pelopor – Legenda UFC Khabib Nurmagomedov menegur Islam Makhachev terkait sikapnya terhadap Ian Machado Garry menjelang UFC 330. Khabib menilai Makhachev seharusnya tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawan. Teguran tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Momen itu menjadi perhatian karena Khabib dan Makhachev dikenal memiliki hubungan dekat.
Dalam video tersebut, Khabib membahas sikap Makhachev ketika konferensi pers UFC 330. Ia menyinggung momen ketika Ian Garry berbicara mengenai Makhachev, tetapi mendapat respons yang dinilai kurang tepat. Khabib bahkan sempat berseloroh mengenai kemampuan bahasa Inggris rekan-rekannya. Ia mengatakan sudah membiayai guru bahasa Inggris selama setahun, tetapi hasilnya belum maksimal.
Khabib Minta Makhachev Tetap Menghormati Lawan
Menurut Khabib, seorang petarung tidak harus menyukai semua lawannya. Namun, rasa tidak suka seharusnya tidak membuat seseorang mengabaikan sikap hormat dari lawan. Ia menilai ketika seorang lawan berbicara dengan baik, respons yang diberikan juga seharusnya tetap sopan. Sikap tersebut dianggap penting dalam menjaga sportivitas di dunia MMA.
“Ian Garry berbicara dengan sangat baik tentang dia (Islam Makhachev), tapi dia malah bilang, ‘Diamlah’. Bersikaplah baik, kawan,” ujar Khabib.
Ia kemudian memberikan nasihat kepada Makhachev agar tidak perlu membalas perkataan lawan secara berlebihan. Menurutnya, jika tidak menyukai seseorang, lebih baik tidak perlu memberikan respons yang kasar. “Setidaknya diamlah,” tegas Khabib.
Khabib juga mengingatkan bahwa persaingan di dalam olahraga tidak harus berubah menjadi permusuhan pribadi. Seorang petarung tetap dapat bersikap tegas tanpa kehilangan rasa hormat. Terlebih, Ian Garry disebut telah menunjukkan penghargaan terhadap Makhachev sebelum pertarungan. Karena itu, Khabib merasa respons Makhachev seharusnya bisa lebih baik.
Makhachev Punya Penjelasan
Makhachev yang berada di dekat Khabib kemudian memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Petarung asal Rusia itu mengatakan dirinya tidak bermaksud meremehkan atau tidak menghormati Ian Garry. Ia mengaku tidak mendengar dengan jelas percakapan yang terjadi karena kondisi arena sangat bising. Menurutnya, situasi tersebut membuat komunikasi menjadi kurang jelas.
“Aku tidak mendengar apa yang aku ucapkan, kawan, karena penonton di sana sangat riuh,” kata Makhachev.
Ia juga menjelaskan bahwa Ian Garry disebut menyela ketika dirinya sedang berbicara. Bagi Makhachev, tindakan tersebut menjadi alasan dirinya memberikan respons. Ia menilai seseorang seharusnya tidak menyela ketika orang lain sedang berbicara.
Makhachev kembali menegaskan bahwa perkataannya bukan bentuk penghinaan terhadap Garry. Ia hanya merasa terganggu karena pembicaraannya dipotong dalam situasi yang ramai. Penjelasan tersebut disampaikan setelah Khabib memberikan teguran. Meski berbeda pandangan, keduanya tetap terlihat berdiskusi secara terbuka.
Makhachev Menang di UFC 330
Perselisihan kecil tersebut tidak mengganggu persiapan Makhachev menghadapi pertarungan UFC 330. Makhachev akhirnya berhasil mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut mempertegas keunggulannya setelah pertarungan berlangsung hingga seluruh ronde. Makhachev pun kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu petarung elite UFC.
Setelah pertarungan, Makhachev kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menunjukkan sikap tidak hormat kepada Garry. Ia menjelaskan bahwa peristiwa sebelum pertandingan lebih berkaitan dengan situasi konferensi pers. Baginya, persaingan tetap berlangsung di dalam oktagon. Setelah pertandingan selesai, ia tidak memiliki masalah pribadi dengan lawannya.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Makhachev. Sementara itu, Ian Garry tetap mendapatkan perhatian karena mampu memberikan perlawanan dalam pertarungan tersebut. Persaingan keduanya juga menjadi salah satu cerita menarik yang muncul dari UFC 330. Namun, di luar hasil pertandingan, nasihat Khabib mengenai sportivitas turut menjadi sorotan.
Bagi Khabib, persaingan keras di dalam oktagon tidak harus menghilangkan rasa hormat kepada sesama petarung. Seorang atlet boleh memiliki rivalitas dan tidak menyukai lawannya, tetapi tetap harus menjaga sikap. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sportivitas merupakan bagian penting dari olahraga. Bahkan ketika tensi pertandingan tinggi, rasa hormat tetap perlu dipertahankan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







